Guru Ngaji di Batam Cabuli 10 Anak Panti Asuhan

Oknum guru ngaji insial AS, pelaku pencabulan terhadap 10 anak panti asuhan di Batam.

Batam (gokepri.com) – Seorang guru ngaji di Batam dengan inisial AS (20) diduga telah melakukan pencabulan terhadap 10 anak Panti Asuhan yang berada di kawasan Bengkong.

Kapolsek Bengkong AKP Bob Ferizal mengatakan, kasus pencabulan itu terungkap ketika salah satu anak melaporkan kelakuan gurunya ke orangtua korban.

Saat itu, orang tua korban menitipkan anaknya di sebuah panti asuhan di Bengkong untuk sekolah dan belajar mengaji. Namun, bukannya menimba ilmu malah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sang guru.

HBRL

“Kita dapat laporan dari keluarga korban,” katanya di Polsek Bengkong, Kamis 30 Juni 2022.

Bob menjelaskan, aksi bejad yang dilakukan AS itu lantaran ia sering melihat gambar seksi di akun media sosialnya. Banyak modus yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya dari mengancam membujuk sampai memberikan sesuatu sesuai usia korbannya.

“Korban sampaikan bahwa dia mengalami pelecehan sejak mondok ia meraba buah dada dan kemaluan korban saat mandi tidur dan di kamar korban. Kalau korban berusia 9 sampai 10 tahun diiming-imingi jajanan. Kalau 11 tahun keatas diancam akan dipukul pakai rotan agar tidak menceritakan kepada orang lain,” kata Bob.

Polisi juga mengamankan barang bukti 1 baju 1 celana dalam, 3 celana bola pelaku, baju dres, 1 buah bh, 1 cd, sweter, 2 celana dalam. Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal  berlapis karena perbuatannya yang sudah merusak masa depan anak-anak asuhnya.

Kepada orang tua, Bob menghimbau agar tidakr menitipkan begitu saja anaknya kepada panti asuhan tanpa ada pengawasan dari orangtua.

“Saya menghimbau kepada orangtua yang akan dititipkan agar tetap melakukan pengawasan. Jangan sepenuhnya dipercayaka kepada pihak yang dititpkan,” katanya.

Sementara itu, pelaku AS saat diwawancarai mengaku sudah menetap di panti asuhan sejak SMP dan baru diberi kepercayaan oleh pihak panti asuhan untuk menjadi guru ngaji setelah lulus SMA. Ternyata Aksi bejatnya ini sudah dilakukan semasa duduk di bangku SMP dan tinggal di panti asuhan tersebut.

“Sudah berulang kali, sejak SMP tahun 2017 karena napsu syahwat dikarenakan sering menengok video seksi di akun facebook pribadi,” akunya.

Penulis: Engesti

Pos terkait