Batam (gokepri.com) – Muklis, seorang guru honor di SMKn 5 Batam ditemukan tewas, tergantung di workshop sekolah, Sabtu (22/5/2021) pagi. Ia ditemukan pertama kali oleh anaknya yang mencari ayahnya karena tidak pulang ke rumah.
Kemudian sang anak mencari ke tempat kerja bersama dengan kepala sekolah. “Begitu masuk ke ruang workshop, almarhum ditemukan tergantung di dinding ruangan,” ujar Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf.
Yusuf menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelumnya korban masuk ke sekolah dan berjumpa dengan saksi yang pada saat itu sedang berada di masjid sekolah. Saksi melambaikan tangan sambil mengucapkan selamat hari raya dan dibalas ucapan yang sama oleh korban.
“Lalu korban dengan mengendarai sepeda motor pergi dan masuk ke ruang kerja. Namun, ia tidak pernah terlihat keluar ruangan lagi,” kata Yusriadi.
Menurut Yusriadi, saat anaknya mencari ke ruang kerja, posisi pintu terkunci dari dalam. Kemudian anak korban meminta bantuan kepala sekolah dan seorang guru untuk masuk ke ruangan sekolah.
“Kata istrinya, korban pamit untuk pergi kerja dan kemudian siang harinya sampai malam istrinya beberapa kali menghubungi lewat telepon dan pesan teks tidak dijawab,” katanya.
Yusriadi menjelaskan, berdasarkan keterangan istri korban, sang suami sedang menjalankan bisnis percetakan. Beberapa hari terakhir ia sering mengeluh tentang bisnisnya, karena pengiriman bahan-bahan percetakan susah datangnya dari Bandung dan setiap dikirim pasti kurang. Pihak sekolah juga melihat kondisi korban beberapa hari terakhir mulai drop.
“Jenazah korban telah diperiksa oleh Inafis Polresta Barelang dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk divisum,” kata Yusriadi. (eri)








