Gen Z Mendominasi Pekerja Ekonomi Kreatif

Rots batam 2026
Rise of the Sneakers (RoTS) di Batam. Foto: ROTS

Mayoritas pekerja ekraf berusia di bawah 40 tahun. Perempuan mencakup 58 persen dari total pekerja.

TANGERANG (gokepri) — Generasi muda dan perempuan menjadi kekuatan utama tenaga kerja ekonomi kreatif Indonesia. Sektor ini telah menyerap 27,4 juta pekerja secara nasional.

Komposisi tersebut memperlihatkan besarnya peran kelompok usia produktif dalam industri yang bertumpu pada ide, kreativitas, dan kekayaan intelektual. Perempuan juga mengisi lebih dari separuh tenaga kerja sektor ini.

Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut mayoritas pekerja ekonomi kreatif berasal dari generasi Z dan milenial. Usia mereka di bawah 40 tahun.

Baca Juga: Cara RoTS Menghidupkan Ekonomi Kreatif Batam

Adapun pekerja perempuan mencapai 58 persen dari total tenaga kerja ekonomi kreatif. Riefky menyampaikan data tersebut setelah membuka acara IDE-IND di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).

Potensi ekonomi kreatif juga tersebar di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki subsektor beragam yang bertumpu pada kekayaan budaya setempat.

Meski sebagian besar aktivitas ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Jawa, potensi dari desa-desa luar Jawa mulai bermunculan. “Hal ini menunjukkan potensi yang semakin besar,” kata Riefky.

Perkembangan ekonomi kreatif tidak hanya terlihat dari jumlah pekerjanya. Dukungan kelembagaan pemerintah daerah juga mulai meluas.

Pada akhir 2024, baru sekitar tujuh provinsi yang memiliki dinas khusus bidang ekonomi kreatif. Kini, jumlahnya mendekati 20 provinsi.

Ads bp batam 2026 baru

Pemerintah menargetkan sekitar 100 kabupaten dan kota membentuk dinas ekonomi kreatif pada pertengahan 2027.

Kementerian Ekonomi Kreatif bersama pemerintah daerah juga memperkuat jenama atau brand lokal. Pemerintah ingin kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) daerah menembus pasar nasional hingga global.

Riefky mengatakan, IDE-IND di Banten menjadi bagian dari upaya pemerintah mengangkat karya kreatif lokal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami berharap melalui program ini, para pelaku lokal dapat bertransformasi menjadi juara nasional hingga menembus pasar global,” ujarnya.

Akses pasar masih menjadi tantangan

Besarnya jumlah pekerja belum menghilangkan tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif. Riefky menyebut akses pasar, konsistensi usaha, serta keberlanjutan kualitas dan produksi sebagai persoalan utama.

Untuk menjawab tantangan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan tiga program. Ketiganya mencakup aktivasi desa kreatif, aktivasi kreatif hub, dan Kreatif oleh Indonesia.

Program IDE-IND menjadi salah satu turunan dari inisiatif Kreatif oleh Indonesia. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memperkuat kolaborasi pusat dan daerah. Tujuannya meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku kreatif lokal.

Riefky berharap pelaku ekonomi kreatif daerah mampu meningkatkan daya saing. Dengan begitu, karya lokal berpeluang menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengatakan, daerahnya memiliki sumber daya manusia yang andal. Menurut dia, ekonomi kreatif dapat menjadi sumber pendapatan selain sektor yang bergantung pada sumber daya alam.

Dimyati membandingkan sumber daya alam dengan kekayaan intelektual. Sumber daya alam dapat habis, sedangkan ide dan kreativitas berpotensi terus berkembang.

Karena itu, ia mendorong generasi muda Banten tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara. Ia mengajak mereka membangun usaha melalui sektor ekonomi kreatif.

“Kalau kekayaan intelektual yaitu ide atau kreativitas, itu malah membuat warga bertambah dan meningkatkan kekayaan atau sumber pendapatan yang diraih,” ujarnya.

Menurut Dimyati, pengembangan ekonomi kreatif juga berpeluang membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat kemandirian masyarakat. ANTARA

Baca Juga: Menjadikan Batik Batam Simbol Kebangkitan Ekonomi Kreatif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait