Batam (gokepri.com) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor kalangan milenial dan generasi Z mendominasi jumlah investor pasar modal Indonesia di Kepri.
Alasan utama karena ada peningkatan minat investasi di tengah pandemi covid-19. Tercatat, jumlah investor muda dengan usia 17-25 tahun mendominasi jumlah total investor di Kepri. Sedangkan, usia yang turut menyumbang jumlah investor di Kepri ialah usia 31-40 tahun yakni sebanyak 7.692 investor.
“Milenial mendominasi di Kepri,” ucap Kepala BEI Perwakilan Kepri, Indra Novita.
Menurut Novita, ada beberapa alasan yang membuat milenial dan generasi Z mendominasi bursa saham pada tahun ini. Yaitu meningkatnya minat investasi dari kalangan anak muda dari yang sebelumnya cenderung konsumtif menjadi ingin berinvestasi.
“Ini tren yang menarik dan positif,” ujarnya.
Selain itu, kemunculan berbagai perusahaan fintech atau marketplace yang memperjualbelikan produk investasi seperti reksadana dan saham menjadi faktor pendukung.
Lehadiran fintech tersebut membuat investor muda semakin mudah untuk membeli instrumen investasi. Mereka tak perlu lagi harus bertransaksi melalui broker, tapi bisa memilih langsung instrumen mana yang ingin dibeli.
Tak ketinggalan, semakin pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi juga mendorong seiring dengan tingginya jumlah pengguna internet.
“Kami sangat optimis, pertumbuhan investor di Kepri semakin pesat dari waktu ke waktu. Terlebih juga kami berupaya dengan melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat melalui seminar, workshop dan lain-lain nya guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan resiko investasi saham dan pasar modal,” jelasnya.
Sementara jumlah investor pasar modal di Kepri didominasi oleh masyarakat Kota Batam. Single investor identification (SID) per September 2021 ada sebanyak 25.714 SID.
Hal tersebut dapat dipicu oleh lebih banyaknya perusahaan sekuritas yang berdomisili di Kota Batam dibandingkan daerah lainnya di Kepri.
“Namun, saat ini sudah mulai ada sekuritas yang berdomisili di daerah lainnya seperti Kota Tanjungpinang,” ujar Novita.
Sedangkan, menurut gender, BEI mencatat secara nasional dan juga di Kepri, investor terbanyak ialah laki-laki. Untuk Kepri, tercatat 22.552 investor dengan gender laki-laki.
Dalam Tren Meningkat
Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepulauan Riau juga mencatat terdapat penambahan jumlah investor saham secara signifikan.
Indra Novita mengatakan kenaikan tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah single investor identification (SID) saham sebanyak 18.663 SID atau tumbuh sebesar 66,43 persen pada September 2021 dibandingkan Desember 2020.









