KARIMUN (gokepri) — Gangguan teknis pada sistem cetak boarding pass di Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun tidak sampai melumpuhkan layanan. Petugas pelabuhan segera menulis boarding pass secara manual untuk memastikan penumpang tetap bisa berangkat.
“Layanan tidak terganggu, semua transaksi tetap tercatat sesuai aturan,” kata Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, Selasa, 2 September 2025.
SPMT, cabang dari Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang mengelola pelabuhan nonpetikemas, menyebut langkah darurat itu ditempuh pada Minggu, 31 Agustus. Berita acara dibuat dan disaksikan bersama oleh petugas BUMD setempat, PT Pelabuhan Karimun (Perseroda), untuk menjamin transparansi.
Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun merupakan pintu penting transportasi laut dengan rute domestik ke Batam, Selat Panjang, Buton, Tanjungpinang, Tanjung Samak, Bengkalis, Dumai, Tanjung Batu, dan Tembilahan. Dari sini pula kapal melayani rute internasional ke Kukup, Johor (Malaysia), dan Singapura.
Joni menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Tidak ada pungutan di luar aturan yang berlaku,” ujarnya. Menurut dia, setiap penumpang harus memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan andal saat menggunakan jasa transportasi laut.
Hingga Juli 2025, arus penumpang di terminal itu tercatat tumbuh 3,65 persen, mencapai 1.287.632 orang, naik dari 1.242.221 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Joni menyebut angka itu sebagai bukti transformasi pelabuhan yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan kinerja.
Baca Juga: Warga Citlim Karimun Unjuk Rasa Minta Buka Kembali Tambang Pasir Darat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








