Batam (Gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam memangkas tarif logistik arus keluar masuk barang demi peningkatan daya saing. Skema penurunan tarif dibahas bersama pengusaha.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengatakan skema penurunan tarif logistik keluar masuk Batam rencananya akan direalisasikan pada akhir September 2020.
“Detil persiapan dibahas oleh tim BP Batam yang dipimpin oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Pak Syahril,” ujar Rudi dilansir Bisnis.com pekan lalu.
Sebagai gambaran, ongkos logistik dari Batam ke Singapura lebih mahal ketimbang dari Jakarta ke Singapura. Saat ini biaya pengiriman peti kemas 20 feet sebesar biaya USD470 dengan perjalanan tiga jam. Sementara pengiriman barang dari Jakarta ke Singapura dengan ukuran yang sama, hanya membutuhkan biaya USD250 dengan perjalanan mencapai 3 hari.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan menuturkan, mahalnya biaya logistik keluar masuk Batam mempengaruhi pilihan investor untuk berinvestasi.
“Investor banyak memiliki perbandingan, walaupun Batam punya FTZ yg memang menarik, tapi mereka tetap membandingkan dengan daerah lain. Mereka akan melihat faktor safety, kemudian cost. Biaya logistik kita sangat mahal tidak masuk akal, hal inilah yang perlu kita sikapi,” kata Abidin yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Apindo Kepri ini.
Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam Syahril Japarin mengatakan skema tarif baru sudah mulai diberlakukan sejak awal September.
Tarif baru ini didapat dari hasil koordinasi BP Batam dengan para pengusaha terkait. Pada prosesnya ada beberapa skema yang dipakai untuk merealisasikan penurunan tarif logistik.
“Kami sudah panggil pemilik kontainer, juga menaynakan berapa biaya mereka sebelumnya dan kami bisa bantu,” kata Syahril di Batam, Jumat (11/9/2020).
Dari kendala atau tantangan yang dihadapi para pengusaha ini, BP Batam, kata Syahril, langsung bergerak melakukan penyederhanaan pada alur transaksi, dari pemilik kargo langsung ke pengirim barang. Meski demikian, Syahril mengaku belum bisa memberikan penjelasan lengkap terkait berapa besaran penurunan tarif kargo ini.
“Kami bantu memutus mata rantai yang sebelumnya panjang, dari kargo owner langsung ke pengirim barang,” kata Syahril lagi.
Selain dari sisi penyederhanaan alur transaksi, skema penurunan biaya keluar masuk kargo di Batam juga dilakukan dengan penyedian depo kontainer yang lokasinya lebih dekat dengan lokasi bongkar muat di pelabuhan Batu Ampar, sehingga akan lebih murah dan efisien. Depo kontainer ini juga memiliki standar internasional.
BP Batam telah mengajukan penurunan harga BBM untuk kapal angkut kargo. Batam sebagai wilayah yang khusus, kata Syahril seharusnya bisa mendapatkan keistimewaan, termasuk dalam hal tarif BBM yang berpengaruh besar pada harga keluar masuk kargo di Batam.
“Kami minta dukungan dari pemerintah dan Pertamina. Mengingat kita ini sudah khusus, tapi masak diberlakukan seperti daerah lain. Harusnya kita lebih murah 10 persen. Kami sudah diajukan, tinggal menunggu realisasinya dari Pertamina,” kata Syahril lagi. (Can)
Editor: Candra
Sumber: Bisnis.com
Baca Juga:








