Emosi Sesaat Berujung Viral, Pelaku Penendangan di Batam Akhirnya Serahkan Diri

Pelaku aksi penendangan terhadap pengendara motor yang sempat viral di Batam penyerahkan diri ke Polsek Sekupang. (foto: gokepri/engesti)

BATAM (gokepri.com) – Aksi penendangan terhadap pengendara motor yang sempat viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Pelaku, Bayu Fajar, menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Sabtu (18/04/2026) siang.

Kapolsek Sekupang, Hippal Tua Sirait, mengungkapkan bahwa pelaku datang secara sukarela ke Polsek Sekupang. Kedatangannya bukan hanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tetapi juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan institusi kepolisian.

“Yang bersangkutan datang menyerahkan diri untuk meminta maaf dan menjalani proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

HBRL

Dalam pengakuannya, Bayu mengakui kesalahan dan menyesali tindakan yang telah meresahkan masyarakat. Ia juga mengungkapkan sempat melarikan diri ke Jakarta usai kejadian, namun akhirnya memutuskan kembali karena merasa tidak tenang.

“Saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf kepada masyarakat, khususnya warga Batam,” kata Bayu.

Terkait motif, Bayu menyebut aksinya dipicu emosi sesaat. Ia mengaku sebelumnya mengalami pemukulan oleh orang tak dikenal saat berhenti di lampu merah sepulang dari Pantai Dato.

“Saya dipukul duluan oleh orang yang tidak saya kenal. Saat itu saya bersama rombongan dari pantai,” jelasnya.

Namun, ia tidak mengetahui identitas pelaku pemukulan tersebut. Bahkan, korban yang ditendangnya ternyata bukan pihak yang dimaksud, melainkan seseorang yang berusaha melerai situasi.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Riyanto, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam penanganan dan berpotensi diselesaikan melalui pendekatan restorative justice.

“Kemungkinan penyelesaian secara restorative justice ada, namun tetap harus dikomunikasikan dengan pihak korban,” ujarnya.

Polisi juga mengapresiasi sikap kooperatif pelaku dan keluarganya yang telah menyerahkan diri beserta barang bukti berupa sepeda motor.

Diketahui, korban telah melaporkan kejadian tersebut sejak 14 April 2026 dan kini dalam kondisi baik. Polisi menegaskan bahwa insiden ini terjadi akibat kesalahpahaman.

“Ini murni salah persepsi. Korban justru ingin melerai, namun malah menjadi sasaran,” jelas Riyanto.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, untuk tidak mudah terpancing emosi dan selalu mengedepankan tindakan yang bijak.

“Emosi sesaat bisa berdampak panjang. Jadikan ini sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Penulis: Engesti

Aksi penendangan terhadap pengendara motor yang sempat viral di Batam. (foto: gokepri/engesti)

Pos terkait