Dua Tersangka Pemalsuan Surat Tanah di Bintan Ditahan, Hasan Menunggu Keputusan Mendagri

pemalsuan surat tanah bintan
Dua tersangka kasus pemalsuan surat tanah di Bintan resmi ditahan oleh Polres Bintan, Selasa (7/5/2024). Foto: Gokepri.com/Engesti

Bintan (gokepri.com) – Satreskrim Polres Bintan resmi menahan dua orang tersangka dugaan tindak pidana pemalsuan surat tanah yang terjadi di wilayah Kecamatan Bintan Timur, Selasa 7 Mei 2024.

Penahanan itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Marganda. Kata dia, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka. Mereka adalah B dan MR yang terlibat dalam tindak pidana pemalsuan surat yang terjadi di Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan.

“Hari ini kami keluarkan surat penahanan terhadap dua orang tersangka, para tersangka tersebut hadir ke Mapolres Bintan pada Senin 6 Mei 2024 untuk memenuhi panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Marganda, Selasa 7 Mei 2024.

Baca Juga: Usai Ditetapkan Tersangka Pj Walikota Hasan Tetap Masuk Kerja

Dari hasil pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Bintan kemudian dilanjutkan dengan gelar perkara untuk menentukan tindak lanjut kepada para tersangka, apakah nantinya memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan.

“Berdasarkan hasil gelar perkara setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, kedua tersangka tersebut telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan penahanan sehingga penahanan dimulai dini hari tadi,” ujarnya.

Sementara untuk tersangka lainnya, Hasan yang saat ini menjabat sebagai Pj Walikota Tanjungpinang masih menunggu surat dari Kementerian Dalam Negeri untuk status penahanannya.

“Untuk satu orang tersangka yaitu saudara H saat ini menjabat sebagai Pj Walikota Tanjungpinang, sehingga untuk melakukan pemanggilannya sebagai tersangka kita harus menyurati Kementerian Dalam Negeri dan surat tersebut telah diterima oleh Kemendagri pada tanggal 3 Mei 2024 lalu,” kata dia.

Ia menjelaskan, jika Kementerian Dalam Negeri itu tidak direspon maka Polres Bintan akan mengambil langkah penahanan.

“Kami masih menunggu jawaban surat dari Kementerian Dalam Negeri, apapun hasilnya nanti kami masih menunggu sampai dengan tanggal 3 Juni 2024 nanti, kami harapkan jawaban dari Kementerian dapat kami terima secepatnya karena dalam perkara tersebut merupakan satu rangkaian kejadian sehingga ketiganya harus dilakukan penyidikan,” kata dia.

Tersangka B dan MR ini akan ditahan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 7 Mei 2024 hingga 26 Mei 2024.

“Kami akan menyelesaikan berkas perkaranya secepatnya, selanjutnya berkas perkara akan kami kirimkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk dilakukan penelitian,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN