BATAM (gokepri.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam mendesak Pertamina untuk segera mengatasi masalah keterlambatan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang menyebabkan gangguan pada layanan transportasi umum, khususnya bus Trans Batam.
Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga mengungkapkan, kekecewaannya terhadap lambannya penyaluran solar yang menghambat kelancaran transportasi publik di Batam.
“Keterlambatan ini berdampak pada banyak warga Batam yang menggantungkan perjalanan mereka pada bus Trans Batam. Kami mendesak Pertamina untuk segera memperbaiki distribusi solar di SPBU agar tidak ada lagi gangguan layanan transportasi di masa depan,” tegas dia.
Baca Juga: Pertamina Akui Ada Keterlambatan Penyaluran Solar di SPBU Batam
Ruslan menegaskan masalah ini perlu segera diselesaikan agar tidak terjadi lagi gangguan yang merugikan warga.
“Kami berharap Pertamina segera mencari solusi untuk memperlancar distribusi solar di Batam, mengingat tingginya permintaan dan pentingnya kelancaran transportasi publik,” ujarnya.
Sementara itu Pertamina mengakui adanya keterlambatan penyaluran solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batam. “Ada keterlambatan penyaluran di sejumlah SPBU,” kata Officer Commrel Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Nur Imam Mohamad.
Imam mengatakan, keterlambatan penyaluran itu menjadi salah satu penyebab sejumlah bus Trans Batam yang melayani rute Batam Center-Batuaji pada Kamis (20/2/2025).
Meski mengalami keterlibatan, Imam mengaku stok BBM jenis solar masih aman. Dia mengatakan masalah antrean ini hanya bersifat sementara dan diperkirakan sudah tidak ada lagi pada keesokan harinya. “Kami memastikan proses penyaluran solar akan berjalan lancar mulai besok,” kata dia.
“Permintaan solar menjelang bulan puasa memang meningkat, sehingga antrean di SPBU menjadi lebih padat. Namun, kami pastikan stok solar di Batam aman,” tambah dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









