Batam (gokepri.com) – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air (BKSDA) kota Batam, Suhar mengaku tak tahu bahwa kawasan Greenland Batam bakal disulap menjadi pusat kuliner seperti Malioboro, Yogyakarta.
Suhar mengatakan pelebaran jalan di kawasan itu sudah dilakukan dan tidak ada perubahan permanen di kawasan itu, apalagi menjadi pusat kuliner seperti yang diberitakan.
“Kalau soal itu belum ada laporan masuk ke saya,” kata dia saat dikonfirmasi Selasa 11 Juli 2023.
Baca Juga: Kawasan Greenland Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner Seperti Malioboro
Ia menjelaskan, kawasan Greenland memang akan ditata tapi bukan dijadikan kawasan kuliner.
“Sudah selesai dikerjakan tidak ada dampaknya,” kata dia.
Sementara, kabar mengenai disulapnya kawasan itu menjadi tempat wisata kuliner mendapat respon negatif dari penghuni ruko yang ada di sana.
Mulyadi misalnya, Ketua RW Perumahan Citra Mas Kota mengaku keberatan dengan adanya rencana itu. Da mengatakan warga di sana tidak dilibatkan soal rencana pemerintah kota untuk merubah kawasan di wilayah itu.
“Kami keberatan, kami punya ruko di sini sudah sesuai PL. Kami juga sudah berpuluh-tahun di sini. Kok tiba-tiba ada satpol PP datang menyoret-nyoret minta untuk dirubuhkan?,” Kata dia heran.
Ia juga menolak jika kawasan depan Ruko Greendland dijadikan pusat kuliner. Sebab, sebagaian ruko di kawasan itu sudah berjualan. Ia khawatir akan ada kesalahpahaman.
Ia mengaku tak masalah jika kawasan itu diterbitkan jika melanggar PL. Tapi bukti bahwa kawasan itu melanggar tidak ada.
“Kami jualan juga kalau di depan ruko kami ada yang jualan bagaimana?, Ini tentu merugikan,” kata dia.
Ia menyarankan agar Pemerintah Kota Batam menyelesaikan permasalahan yang banjir dibanding dengan wisata kuliner tersebut. Apalagi kawasan itu sering terendam banjir saat hujan deras.
“Kalau hujan di sini banjir terus loh. Mending pemerintah urus itu,” kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam menyebut kawasan Greenland Batam Center, Kepulauan Riau menjadi pusat kuliner dengan konsep mirip Malioboro Yogyakarta.
Hal itu diungkap oleh, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari.
Ia mengatakan, pusat kuliner mengadopsi Malioboro Yogyakarta rencananya akan dibuat Pemko Batam mulai dari u-trun Fanindo hingga ke ujung ruko blok C yang ada di kawasan itu.
“Iya. Dalam rapat dari bina marga dan seluruh pariwisata. Terkait hal itu rencananya kawasan itu akan dibikin seperti Malioboro itu makanya perlu penataan dan dukungan bersama,” kata dia Minggu 2 Juli 2023.
Ia mengatakan, konsep pusat kuliner seperti Malioboro itu akan terealisasi tergantung perencanaan yang sudah ditetapkan.
Saat ini pemerintah kota Batam sedang melakukan penataan di lokasi itu. Pihaknya meminta kepada pemilik ruko yang mempunyai dagangan dan memakan bahu jalan agar segera dipindahkan.
“Itukan jalan Yos Sudarso jadi yang punya gerobak tolong dipindahkan. Konsepnya sudah ada bersama dengan dinas bina marga. Memang masih perencanaan awal,” kata dia.
Disingung mengenai konflik antara pemilik ruko pada saat penataan nanti. Pihaknya menyebut akan melakukan komunikasi kepada pemilik ruko.
“Kalau kemarin itukan masalah mis komunikasi saja,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








