Diduga Terpapar PMK, Kesehatan Hewan Kurban di Batam Diperiksa

Terpapar PMK
Sebanyak 320 sapi dari Lampung tiba di Pelabuhan Beton, Sekupang, Batam Kepulauan, Senin 20 Juni 2022. Foto: Gokepri/Engesti

Batam (gokepri.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam memeriksa kesehatan hewan ternak yang diduga terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Hewan ternak tersebut diawasi kemudian ditempatkan terpisah dan dites sampelnya.

Beberapa hewan ternak tersebut diduga terpapar pada saat menjalani karantina di Dangas, Tanjung Pinggir, Sekupang.

“Baru suspek. Ada tanda klinis, tapi kami belum bisa memberi tahu sekarang. Gejala-gejalanya ada, tapi belum terkonfirmasi positif PMK,” kata kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam Mardanis, Senin 27 Juni 2022.

HBRL

Mardanis mangaku tidak mengetahui pasti jumlah suspek hewan ternak tersebut. Katanya, hewan ternak yang ditemukan gejala-gejala mirip PMK itu masih diawasi dan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihaknya dan karantina.

“Maksudnya nanti kalau sudah tau terjangkit PMK atau tidak, baru di bisa kami publis,” katanya.

Mardanis menyebutkan Kota Batam saat ini sudah dua kali melakukan penambahan pasokan hewan ternak sapi yang dikirim dari Lampung Tengah. Ia menargetkan, 2 ribu hewan ternak jenis sapi bakal masuk untuk memenuhi kebutuhan idul adha di Batam.

“Untuk kebutuhan 2.000 hewan ternak cukup, kalau bisa masuk yang pengiriman ke tiga ini cukup. Tapi kalau nggak bisa masuk yang ketiga ini ya kurang, tapi tidak banyak,” katanya.

Ia menjelaskan, pasokan hewan ternak sapi saat ini masih tetap diambil dari Lampung Tengah. Sebab, berdasar kesepakatan bersama antara asosiasi dan Pemerintah Daerahhanya memperbolehkan kota Batam mengambil hewan ternak dari daerah itu

“Karena Lampung itu hanya dua kota yang terdampak, tapi yang Lampung Tengah itu steril,” kata dia.

Penulis: Engesti

Pos terkait