BATAM (gokepri) – Daya beli masyarakat di Kepri terjaga jelang Lebaran 2023 tercermin dari menurunnya indeks harga konsumen (IHK) atau deflasi pada Maret 2023.
Berdasarkan laporan terbaru Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan BPS, Kepri tercatat mengalami deflasi 0,29 persen secara bulanan. Pada bulan Februari, Kepri mengalami inflasi bulanan 0,47 persen.
Dua kota di provinsi ini yakni Batam dan Tanjungpinang menjadi acuan untuk mengukur perkembangan IHK. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,32% (mtm) dan 0,04% (mtm).
Baca Juga: PENURUNAN KONSUMSI: Mengintip Daya Beli Masyarakat Kepri saat Pandemi
Adapun IHK Kepri Maret 2023 secara tahunan tercatat mengalami inflasi sebesar 4,77 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 5,79 persen (yoy). Capaian inflasi tahunan di Kepri menjadi yang terendah di wilayah Sumatra, di antara 10 provinsi.
Wakil Ketua TPID Kepri yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Suryono, merinci pendorong deflasi. Deflasi tersebut dipengaruhi penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama aneka sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi hijau, serta cabai merah dan bawang merah.
“Penurunan harga disebabkan oleh jumlah pasokan sayuran yang meningkat sejalan dengan kondisi cuaca yang membaik, serta panen cabai merah dan bawang merah di beberapa sentra produksi,” ujar dia, Rabu 5 April.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami inflasi yaitu daging ayam, sotong, rokok kretek filter, emas perhiasan dan angkutan udara. Hal ini seiring dengan permintaan yang meningkat pada periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri, serta kenaikan harga rokok kretek filter sebagai dampak lanjutan dari kenaikan cukai rokok.
Strategi Menekan Inflasi
Suryono menyatakan TPID Kepri terus berupaya untuk menekan inflasi tahunan agar kembali sasaran 3 persen ± 1 persen. Melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kepulauan Riau 2023 yang bertema “KEPRI BERSAHABAT” (BERkolaborasi dalam StAbilisasi Harga dan pAsokan Bahan pangan AnTardaerah),
TPID melaksanakan 7 program utama yaitu Optimalisasi operasi pasar/pasar murah untuk stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok; (Pemberian sarana dan prasarana pertanian untuk meningkatkan produktivitas kepada BUMDes, Kelompok Tani, Pondok Pesantren, dan Koperasi Tani; Penguatan ketersediaan bahan pangan melalui Kerjasama Antar Daerah baik intra Kepulauan Riau maupun dengan provinsi lain; (Penguatan budidaya pangan mandiri; (Penguatan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk data pangan; Penguatan koordinasi dan komunikasi; serta Fasilitasi distribusi pangan melalui subsidi ongkos angkut.
“Penurunan inflasi pada Maret 2023 tidak terlepas dari sinergi TPID dalam melaksanakan upaya pengendalian inflasi,” ujar Suryono.
Pada Maret 2023, TPID di Provinsi Kepulauan Riau telah melaksanakan setidaknya empat High Level Meeting di Kabupaten Lingga, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun. Pertemuan koordinasi tersebut dilakukan secara intensif dengan melibatkan instansi dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan inflasi dan melaksanakan upaya pengendaliannya.
Beberapa upaya konkret yang dilakukan antara lain, pelaksanaan business matching antara perwakilan distributor se-Provinsi Kepulauan Riau dengan produsen cabai dan telur di Jawa Timur dan Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjalin kerja sama antar daerah untuk mewujudkan kestabilan pasokan bagi daerah pembeli dan kestabilan permintaan bagi produsen.
“Selain itu, TPID juga melaksanakan operasi pasar atau gelar pangan murah menjelang dan selama Ramadhan antara lain di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan,” jelas Suryono.
Selanjutnya, TPID juga memberikan 25 ribu paket cabai merah yang terdiri dari bibit dan pupuk kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau, yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Kepulauan Riau, serta 2 ribu paket yang sama ke lima Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Lingga. Hal ini diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan di level keluarga dan menambah ketersediaan barang khususnya cabai merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Candra Gunawan









