BATAM (gokepri) – Charter Flight rute Batam-Korea Selatan dibuka di Bandara Hang Nadim mulai Februari 2023.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan rute internasional itu menerapkan skema penerbangan tidak terjadwal atau charter flight. Rute penerbangannya tujuan Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. “Rencananya Februari ini akan dibuka (penerbangan Batam-Korea Selatan,” kata dia, Rabu 18 Januari 2023.
Menurut Pikri, penerbangan internasional tersebut selaras dengan tujuan BIB untuk memaksimalkan potensi Batam sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dengan mengaktifkan kembali rute-rute lama serta mengembangkan rute-rute baru.
Strategi ekspansi rute juga sejalan dengan pengembangan kapasitas bandara terutama pembangunan terminal dua. “Terminal dua lagi proses. Selesai tahun 2025,” kata dia.
Pengumuman rute penerbangan charter flight Batam-Korea Selatan diungkap setelah pertemuan Pikri Ilham dengan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk ASEAN, Kwon Hee-seog di Bandara Hang Nadim akhir pekan lalu.
Dubes ke Bandara Internasional Hang Nadim untuk melihat langsung proses transformasi pengelolaan Bandara Hang Nadim oleh PT Bandara Internasional Batam (BIB).
Pada kunjungan kerja tersebut Kwon Hee-seog mengapresiasi kinerja PT BIB dan berharap investasi Incheon International Airport Corporation di Batam dapat menjadi referensi untuk Badan Usaha Republik Korea lainnya untuk berpartisipasi mengembangkan perekonomian Batam sehingga dapat menguntungkan perekonomian ke dua Negara.
Sebagai gambaran, Incheon International Airport Corporation (IIAC) selaku operator Bandara Incheon adalah salah satu pemilik saham di BIB yang bergabung dalam konsorsium bersama PT Angkasa Pura I dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA).
Per 1 Juli 2022, Bandara Internasional Hang Nadim resmi dikelola PT Bandara Internasional Batam, badan usaha yang dibentuk konsorsium. Masa pengelolaannya selama 25 tahun.
BIB merupakan konsorsium yang dibentuk oleh Angkasa Pura I dengan kepemilikan saham 51 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) 30 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. 19 persen. Penandatanganan alih kelola dilakukan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana BIB Pikri Ilham Kurniansyah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam acara penandatanganan pertengahan 20233, berharap Bandara Hang Nadim Batam dapat berperan positif terhadap proses supply chain barang industri.
“Airport merupakan game changer karena logistik dari Batam sekarang lebih mahal daripada logistik dari Singapura. Tentunya dengan adanya airport, diharapkan dengan kerja sama ini, kargo bisa jadi hub untuk dapat mendorong supply chain. Kami harap hub ini juga bisa menjadi gateway,” kata Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Batam Buka Penerbangan dari Korea Oktober Mendatang
Penulis: Engesti









