Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus melobi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk melanjutkan proyek infrastruktur peningkatan jalan provinsi yang ada di Kota Batam.
Salah satunya sepanjang Jalan Laksamana Bintan dari Simpang Frengky Batam Center menuju terowongan Pelita. Proyek pekerjaan jalan tersebut sempat terhenti karena dialihkannya anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Saya sudah minta kepada Ibu Wagub (Marlin Agustina) untuk melanjutkan proyek ini,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (7/4/2021).
Menurut dia anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp48 miliar. Karena itu pihaknya meminta agar pada anggaran tahun 2022 jalan penghubung dari Batam Center ke Nagoya tersebut dapat menjadi prioritas Provinsi Kepri.
Pasalnya jalan tersebut saat ini perlu dilakukan pengaspalan dan juga penataan ulang sebelum terowongan Pelita. Selama ini Pemko Batam tidak bisa menganggarkan karena merupakan jalan provinsi.
“Untuk pendestriannya baru nanti kita dari Pemko Batam. Kalau untuk jalannya itu Provinsi,” katanya.
Sebelumnya, pengendara jalan keluhkan banyaknya lubang di Jalan Laksamana Bintan yang menghubungkan antara Batam Center, Sungai Panas, Bengkong hingga underpass Pelita.
Pasalnya, jalan berlubang tersebut mengancam keselamatan pengendara. Ditambah lagi lagi saat malam hari, tidak ada lampu penerangan jalan.
Mahfudin warga Legenda Malaka ini mengaku hampir setiap hari melintasi Jalan Laksana Bintan. Karena tempat kerjanya yang berada di kawasan Nagoya.
“Setiap hari lewat sini, kalau lewat Simpang Kepri Mal terlalu jauh mutar-mutar,” kata Mahfudin.
Menurut dia, sudah beberapa kali ada orang yang kecelakaan akibat tidak mengetahui ada lubang. Hal ini sebenarnya sudah sering kali dikeluhkan, hanya saja sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah.
(ard)
|Baca Juga : Jalan Dekat Rumah Wali Kota Batam Banyak Lubang









