Buralimar : Jika Travel Bubble Batam dan Bintan Sukses, Tidak Menutup Kemungkinan Bakal Diperluas

Tes pcr travel bubble
Salah satu wisman Singapura tengah check-in aplikasi peduli lindungi melalui QR code di pintu kedatangan Nongsapura. FOTO : GOKEPRI.COM/Romadi

Batam (gokepri.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri menyambut baik dengan kedatangan 28 wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura ke Batam.

Hal itu merupakan tindak lanjut program travel bubble yang sebelumnya disepakati bersama antara Indonesia dan Singapura.

Kepala Dispar Kepri, Buralimar mengatakan kedatangan 28 wisman Singapura tersebut merupakan langkah awal dibukanya jalur pariwisata Kepri dan Singapura.

HBRL

“Ini langkah awal, jika Travel Bubble Batam dan Bintan ini sukses, tidak menutup kemungkinan ke depan diperluas,” kata Buralimar, Kamis 24 Februari 2022.

Buralimar mengatakan saat ini para wisman yang datang hanya diizinkan ke Nongsa dan Lagoi saja. Tidak diperkenankan ke luar dari kawasan yang memang sudah ditentukan.

“Tapi mudah-mudahan saja nanti bubble nya diperluas, tidak hanya ke Nongsa saja atau Lagoi. Tapi mungkin bisa juga nanti Tanjungpinang,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya juga berharap para wisman yang datang ke Batam atau Bintan tidak ada masalah. Sehingga setelah pulang ke Singapura dapat bercerita dengan warga Singapura lainnya jika Kepri aman.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut langsung kedatangan perdana wisatawan dari Singapura di Pelabuhan Nongsapura Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 23 Februari 2022.

“Alhamdulillah usaha kita bersama selama kurang lebih 2 tahunan ini membuahkan hasil. Welcome to Kepulauan Riau, ” kata Gubernur Ansar saat menyambut langsung tibanya para wisatawan di Nongsa Sensation.

Sebanyak 28 turis Singapura tersebut berlayar menggunakan kapal feri Batamfast dari Tanah Merah Singapura, langsung menjalani prosedur protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari cek suhu badan, melakukan test PCR Swab, pengambilan blue pass, check-in aplikasi peduli lindungi melalui QR code hingga akhirnya wisatawan langsung melakukan isolasi mandiri masih di kawasan Nongsa Sensation.

Terkait dengan kunjungan perdana kali ini, diakui Gubernur Ansar, hal tersebut dikarenakan pihak Singapura masih membatasi warganya yang akan bepergian guna melakukan kunjungan wisata ke luar negeri.

Meski demikian lanjut Ansar, Pemprov akan terus berusaha agar setiap harinya ada kunjungan wisatawan yang masuk minimal 50 orang per hari.

Sehingga dalam sepekannya, masuk sebanyak 350 orang wisatawan melalui pintu kedatangan di Nongsa Sensation Batam dan 350 di pintu kedatangan Lagoi Bintan.

“Hari Jum’at besok, kita akan kembali kedatangan wisatawan dari Singapura sebanyak 51 orang, yang langsung masuk menuju kawasan wisata Lagoi Bintan,” kata Ansar.

Sedang untuk kunjungan sebaliknya, yakni warga negara Indonesia yang akan ke Singapura, masih sebatas lewat perjalan udara melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Untuk skema vaccinated travel line (VTL) atau jalur vaksinasi lengkap lewat jalur laut masih belum dibuka.

“Kita berharap, kunjungan wisatawan yang masuk ke Kepri, akan mengembalikan bergairahnya kembali sektor pariwisata. Mengingat, sejauh ini perekonomian Kepri terus bergerak pasca pandemi. Namun belum dengan sektor pariwisatanya,” kata Ansar.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus melakukan vaksinasi, termasuk vaksinasi ketiga bagi yang sudah bisa untuk kembali vaksin.

“Karena hanya dengan vaksinasi, kita bisa menciptakan kekebalan komunal, untuk melawan penyebaran pandemi covid, termasuk varian omicron,” jelasnya.

(Penulis : Romadi)

Pos terkait