BATAM (gokepri) – Perum Bulog Batam memastikan stok beras untuk kota ini memadai hingga bulan November 2024.
Kepala Perum Bulog Batam Meirizal Sudyadi mengatakan saat ini beras cadangan pangan pemerintah yang tersedia di gudang Bulog sebanyak 1.500 ton. Ia mengatakan beras tersebut impor dari negara Thailand dan Vietnam.
Baca:
- Impor Beras Ditarget 3,9 Juta Ton, Bantuan Tahap III Mulai Agustus
- HET Beras SPHP di Kepri Naik Rp2.000 per Kg
“Untuk mencukupi penyaluran bantuan pangan dan program SPHP. Kemudian untuk cadangan pemerintah daerah. Artinya untuk kebutuhan menanggulangi bencana alam,” kata Meirizal.
Ia menambahkan untuk penjualan beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) di pintu gudang Bulog Rp11.300 per kg, dan untuk pasaran umum dijual dengan HET maksimal Rp13.100 per kg.
“Tidak boleh melebihi HET tersebut. Juga ada beras komersial premium dijual dengan HET maksimal Rp15.400 per kg,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan program bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per bulan bagi masyarakat penerima manfaat akan berlanjut hingga Desember mendatang.
Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika meninjau stok beras dan menyerahkan bantuan cadangan pangan pemerintah di Gudang Bulog Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Kamis.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menanyakan kepada penerima manfaat apakah mereka sudah menerima bantuan pangan dari Januari hingga Juni.
“Januari sudah dapat ? Februari sudah? Maret sudah ? April sudah ? Mei sudah ? Yang diterima ini Juni ? Setelah Juni nanti Agustus, Oktober, Desember. Sampai Desember diteruskan ya,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden RI.
Pemerintah menargetkan impor beras sebanyak 3,9 juta ton pada 2024. Hingga Juni, realisasi impor beras sudah mencapai sekitar 2 juta ton.
“Untuk sisanya akan berjalan sampai akhir tahun,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas RI, Indra Wijayanto, saat melakukan monitoring stok beras di Gudang Bulog Batam, Selasa (25/6/2024).
Indra menjelaskan impor beras dilaksanakan dengan perencanaan yang matang. Saat musim panen berlangsung, impor akan dikurangi dan dilanjutkan kembali saat panen selesai dan stok di gudang mulai berkurang.
Sementara itu, penyaluran beras program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CGP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahap III akan mulai disalurkan pada Agustus 2024.
Bantuan pangan beras tahap I sudah dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2024 dan tahap 2 pada bulan April hingga Juni 2024.
“Sesuai dengan arahan presiden, penyaluran bantuan pangan beras tahap ketiga akan tetap diberikan, namun berselang satu bulan dari bulan terakhir (Juni) tahap II ini. Jadi nanti mulainya Agustus, Oktober dan Desember,” jelasnya. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









