BRI Optimistis Cetak Laba Rp22 Triliun pada 2021

Laba BRI 2021
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso. (Foto: istimewa)

Jakarta (gokepri.com) – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. diproyeksi positif pada 2021. Target laba tumbuh sebesar 18 persen didorong kenaikan permintaan kredit seiring pemulihan ekonomi.

Target itu berbalik dari kinerja tahun lalu. Bank dengan aset terbesar di Tanah Air itu mengalami penurunan laba cukup dalam pada tahun lalu sebesar 45,8 persen atau menjadi Rp18,66 triliun karena dipicu penurunan konsumsi dan investasi di Indonesia.

Alhasil, perseroan merestrukturisasi seperlima dari pinjamannya pada tahun lalu yang dimiliki oleh 2,8 juta nasabah, tetapi mempertahankan rasio kredit bermasalah (NPL) di bawah 3%, dibandingkan 2,80% pada tahun 2019, sambil menaikkan provisi.

HBRL

“Tahun 2021, BRI menargetkan laba bersih Rp20 triliun hingga Rp22 triliun dengan pertumbuhan kredit tahunan 7% dan tingkat NPL 3%,” kata Direktur Utama Sunarso dalam wawancara seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/4/2021).

Kredit BRI tumbuh 4% tahun lalu, turun dari tahun 2019 sebesar 8,44%.

Sunarso mengatakan untuk memenuhi target laba masih membutuhkan upaya luar biasa mengingat permintaan kredit atau pinjaman yang lemah.

“Strategi kami BRI akan fokus pada segmen kredit yang berpotensi tumbuh yaitu segmen mikro termasuk di bidang pertanian, pangan, alat kesehatan dan obat-obatan,” ujarnya.

Perekonomian Indonesia mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade tahun lalu, sebesar 2,07%, tetapi pemerintah berekspektasi pertumbuhan 5% tahun ini didukung oleh dorongan vaksinasi massal serta stimulus fiskal dan moneter.

Sunarso mengatakan beberapa nasabah bisnis kecil telah kehilangan sebagian besar pendapatan mereka selama pandemi.

Pemerintah telah menganggarkan dana dana bantuan pandemi, sementara Bank Indonesia telah memangkas suku bunga sebesar 150 basis poin dan menyuntikkan lebih dari Rp790 triliun miliar likuiditas ke dalam sistem perbankan untuk mendukung perekonomian.

“Pelonggaran kuantitatif Bank Indonesia telah mencegah krisis likuiditas, tetapi permintaan pinjaman tetap hangat,” kata Sunarso.

BRI, sebuah bank negara yang didirikan pada tahun 1895, memiliki jaringan cabang paling luas di nusantara dari 17.000 pulau, menjadikannya tempat terbaik untuk mempromosikan program pemerintah seperti pinjaman dan hibah bersubsidi.

Strategi BRI untuk keluar dari keterpurukan yang disebabkan pandemi termasuk mempromosikan perbankan digital di tengah ledakan pembayaran online selama lockdown, kata Sunarso, menambahkan bahwa BRI akan mengubah unitnya BRI Agro menjadi bank digital dalam dua tahun. (Can/Reuters)

|Baca Juga: BRI Pekanbaru Fasilitasi Perumahan Personel Polda Kepri

Pos terkait