BP Batam Benahi Layanan Air Bersih di 18 Wilayah

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra memimpin rapat percepatan penanganan 167 titik rawan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Kamis (1/10).
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra memimpin rapat percepatan penanganan 167 titik rawan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Kamis (1/10). Foto: BP Batam

Perbaikan distribusi berjalan bertahap. Sumber air baku dan jaringan disiapkan untuk kebutuhan jangka panjang.

BATAM (gokepri) – BP Batam memperbaiki layanan air bersih di 18 wilayah yang masuk kategori stress area. Perbaikan berlangsung bertahap, mulai dari peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air dan pipanisasi hingga revitalisasi jaringan untuk menjaga pasokan jangka panjang.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan peningkatan layanan air bersih menjadi salah satu komitmen pemerintahannya. Sejumlah wilayah di Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja mulai merasakan perbaikan layanan. “Di tiga kecamatan itu, sebagian sudah berjalan dan warga menyampaikan terima kasih karena air sudah tersedia,” kata Amsakar di Batam, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Saat Batam Mulai Mencari Sumber Air Baru

BP Batam memetakan wilayah stress area sejak awal tahun. Wilayah tersebut mencakup Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Tanjung Uma, Tiban Lama, Puri Gracia, Bengkong dan Bengkong Permai, Batu Ampar, Nagoya, kawasan jalur utama Sukajadi-Bengkong, Muka Kuning, serta Kavling Sambau di Nongsa.

Perbaikan masih berlangsung di sejumlah wilayah lain. Salah satunya Sei Lekop yang kini masih dalam proses pengerjaan.

Salah satu pekerjaan yang telah rampung ialah peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dam Sei Ladi. Kapasitas pengolahan air di lokasi itu meningkat dari dua liter per detik menjadi lima liter per detik.

Selain itu, pipanisasi di kawasan Tanjung Sengkuang rampung pada September 2026 sesuai target. Amsakar menyebut pekerjaan tersebut sebagai salah satu quick win untuk menangani persoalan di wilayah stress area.

“Pipanisasi di Tanjung Sengkuang sudah selesai pada September sesuai target,” ujarnya.

BP Batam juga merevitalisasi jaringan pipa air untuk mengurangi risiko gangguan layanan. Penanganan kebocoran pipa di Muka Kuning, misalnya, disertai penyiapan jalur alternatif dengan ukuran pipa berbeda agar jaringan dapat memiliki masa pemanfaatan lebih panjang.

Ads bp batam 2026 baru

Menurut Amsakar, penanganan jaringan selama ini cenderung berlangsung ketika masalah muncul. Ia ingin pola tersebut berubah melalui pemetaan dan *roadmap* revitalisasi jaringan.

“Umur pipa-pipa air sudah 25 sampai 55 tahun, sehingga kami membutuhkan solusi jangka panjang,” katanya.

Revitalisasi jaringan membutuhkan data kondisi pipa yang kuat. BP Batam belum dapat mendeteksi kondisi seluruh jaringan perpipaan yang sudah terpasang di Batam.

Persoalan air bersih juga berkaitan dengan ketersediaan air baku. Pertumbuhan penduduk, pembangunan permukiman, dan aktivitas investasi membuat kebutuhan air Batam terus bertambah.

Saat ini, pasokan air baku Batam masih bergantung pada waduk sebagai tempat penampungan air. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air baku turut dipengaruhi cuaca dan curah hujan.

“Ketersediaan air baku masih sangat bergantung pada cuaca dan curah hujan,” ujar Amsakar.

Karena itu, BP Batam menyiapkan sejumlah alternatif untuk memenuhi kebutuhan air baku dalam jangka panjang. Pilihannya mencakup pencarian sumber air dari luar Batam, seperti Lingga dan Bintan, pembangunan waduk baru di Batam, serta pengembangan sistem pemantauan gangguan secara real time.

Penanganan 18 stress area menjadi bagian dari langkah jangka pendek untuk memperbaiki distribusi air. Sementara itu, pencarian sumber air baku baru dan revitalisasi jaringan diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan ketika kebutuhan air Batam terus meningkat.

Baca Juga: Amsakar Menjawab Persoalan Banjir hingga Air Bersih di Bengkong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait