Batam (gokepri.com) – Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi terhadap penanganan stunting di Kota Batam
Menurutnya, melalui Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, Presiden mendorong semua untuk melakukan percepatan penurunan.
Secara Nasional prevalensi stunting dari 27,7 persen menjadi 14 persen pada tahun 2024. Prevalensi stunting di Provinsi Kepri, memperlihatkan trend penurunan dari 16,82 pada tahun 2019 menjadi 7,2 persen pada tahun 2021.
“Kota Batam malah sudah 6,02 persen. Walaupun prevalensi stunting Kota Batam sudah sangat rendah, tetap harus diturunkan, kalau bisa menjadi zero stunting,” kata Hasto.
Walaupun prevalensi stunting kota Batam sudah sangat rendah, tetap harus diturunkan, kalau bisa menjadi zero stunting.
Hasto mengatakan untuk percepatan penurunan stunting sangat dibutuhkan komitmen semua pihak, mulai dari komitmen kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kota, pemerintah kelurahan, pemangku kepentingan, perguruan tinggi, sector swasta dan seluruh masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Wali Kota Batam yang telah menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas, sehingga semua sumberdaya yang ada mulai dikerahkan dan langkah-langkah konkrit telah mulai dilakukan,” katanya.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya sejak awal terus berkomitmen untuk menuntaskan stunting di Kota Batam.
“Kami di Kota Batam sudah membentuk tim bersama Forkompinda dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” kata Amsakar.
Selain itu, Pemko Batam juga telah membentuk tim kecil untuk turun langsung ke lapangan. Pihaknya juga menggandeng kader PKK, Posyandu dan juga kader-kader di Kelurahan.
“Setiap Puskesmas juga kami minta turun untuk menangani masalah stunting ini,” ujarnya. (ARD)
|Baca Juga : Kerjasama dengan BKKBN, Rumah Sakit Hj Bunda Halimah Jadi Pusat Unggulan Layanan KB








