Berkah di Balik Wabah, Amazon Foya-Foya Rekrut Pekerja

pekerja amazon
Pekerja Amazon. (foto: Reuters)

Langkah foya-foya Amazon merekrut pekerja menjadi anugerah bagi pekerja yang dilanda resesi ekonomi akibat pandemi. Pengangguran meningkat dan restoran, maskapai penerbangan dan bisnis lain menderita, Amazon justru makin kuat.

“Menawarkan pekerjaan dengan gaji layak dan jaminan kesehatan, sangat besar maknanya di saat (sulit) seperti ini,” ujar Jeff Bezos, pendiri Amazaon.

Salah satu pemicu geliat Amazon selama pandemi juga berasal dari kebijakan pemerintah AS. Pada Maret 2020, paket stimulus USD2 triliun menjadi memudahkan toko ritel tradisional agar tutup sehingga penyebaran virus corona bisa terkendali. Saat momen inilah, permintaan barang dari belanja online terutama lewat Amazon meningkat drastis.

HBRL

Menambah banyak pekerja bukan pekerjaan gampang. Banyak pekerja takut tertular virus, sehingga Amazon menerapkan protokol kesehatan yang super ketat.

Pandemi juga meningkatkan trafik pencarian di mesin pencarian Amazon. Apalagi mereka membuka lowongan lewat situs mereka selain juga lewat perekrutan tradisional.

Gaji di Amazon lebih tinggi ketimbang bekerja di toko ritel tradisional. Dari 810.000 karyawan Amazon di AS, 85% adalah karyawan gudang dan kurir dengan gaji USD15 per jam atau sekitar Rp217.500 per jamnya, atau sekitar Rp52,2 juta dalam sebulan dengan 8 jam kerja. Masih ada bonus. Amazon berencana akan membayar bonus USD300 untuk karyawan dan USD150 untuk karyawan paruh waktu.

Sementara, rata-rata gaji per jam di toko ritel tradisional hanya USD13,19.

Amazon bukan satu-satunya yang mendapat berkah dari lonjakan belanja online selama pandemi. Walmart menambah 180.000 karyawan baru di AS sejak Maret. Penjualannya juga meningkat 79 persen pada kuartal kedua dan ketiga 2020. Adapun ritel lainnya, Target, menikmati lonjakan penjualan 155 persen.

Menurut ekonom AS, penurunan ekonomi kali ini berbeda dengan resesi yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Biasanya semua industri melambat, resesi 2020 malah terjadi pergeseran.

“Periode kali ini bukan cuma tentang resesi tapi juga adanya pergeseran kegiatan ekonomi yang cukup dramatis dari beberapa sektor ke sektor lainnya,” ujar Jed Kolko, kepala ekonomi situs lowongan online Indeed. (can)

Editor: Candra Gunawan

|Baca Juga: 

Pos terkait