Berburu Kuliner Rendang dan Dendeng Daun Singkong ala Ila Kulim di Karimun

Ila Kulim menunjukkan kemasan dendeng dan keripik daun singkong. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Rendang dan dendeng adalah kuliner asal Minangkabau, Sumatera Barat. Bahan utama makanan ini adalah daging sapi.

Memasak rendang biasanya menggunakan santan kelapa. Daging sapi yang dibutuhkan biasanya dipotong petak atau dadu. Sedangkan untuk memasak dendeng sapi, dagingnya digoreng dengan potongan daging tipis-tipis dan diberi cabai merah.

Jika rendang atau dendeng asal Sumatera Barat berbahan daging sapi. Namun, beda dengan rendang ataupun dendeng yang ada di Karimun.

Rendang atau dendeng dari “Negeri Bumi Berazam” ini berbahan utama daun singkong.

Meski terbuat dari daun singkong, namun bentuk dan rasanya hampir sama dengan rendang atau dendeng yang berasal dari daging sapi.

Adalah Warzilah (65), wanita berdarah Jawa asal Yogyakarta yang memiliki keahlian membuat rendang ataupun dendeng berbahan daun singkong ini.

Warzilah menjelaskan cara mengolah daun singkong menjadi rendang dan dendeng, yakni daun singkong yang sudah dipetik kemudian ditimbang guna disamakan dengan komposisi telur maupun tepungnya.

“Daun singkong direbus, setelah dingin ditiriskan kemudian dibuat bulatan,” ujar wanita yang akrab Ila di kediamannya sekaligus Rumah Produksi UMKM Ila Kulim di Kelurahan Parit Bebut, Kecamatan Meral, Karimun, Rabu 3 April 2024.

“Untuk dendeng dipotong tipis kemudian dijemur,” sambungnya.

Sementara, untuk rendang dipotong agak lebar dan digoreng sebentar langsung diberi santan serta bumbunya.

Keripik, dendeng dan rendang daun singkong buatan Ila Kulim. (Ilfitra/gokepri.com)

Munculnya ide untuk membuat masakan itu berawal ketika Warzilah atau yang akrab disapa Ila ini mengikuti suatu pelatihan di Tanjungpinang pada 2013 lalu.

Pada saat sesi pesan dan kesan, panitia meminta peserta untuk membuat suatu resep makanan.

“Saat diminta untuk membuat resep itu, saya teringat resep dendeng daun singkong rasa paru asal Cibubur,” kenang Ila.

Begitu pulang pelatihan di Tanjungpinang dan kembali ke Karimun, Ila kemudian mempraktekkan resep yang telah dibuatnya itu. Namun, ternyata dia gagal.

“Satu kali, dua kali, tiga kali saya gagal hingga tujuh kali saya hampir sukses. Begitu sukses, hasilnya saya bawa ke Kelurahan Sungai Pasir. Alhamdulillah dapat apresiasi dari Bu Lurah,” ungkapnya.

Saat mengikuti arisan di Kecamatan Meral, Ila kembali mempromosikan karyanya itu. Camat Meral kala itu, Herisa Anugerah juga memberikan apresiasi padanya dan menyarankan agar dendeng daun singkong itu dipasarkan.

Ila menunjukkan alamat Rumah Produksi UMKM Ila Kulim di Parit Benut, Kecamatan Meral, Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

Begitu mendapat dukungan dari pihak kecamatan, Ila lantas bergabung dengan pelaku UMKM di Karimun lainnya dan segera mengurus perizinan produknya.

Bukan hanya Camat, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sampai mengira rendang buatan Ila terbuat dari daging sapi.

“Buk Ila ini rendangnya pakai daging ya, kok rasa dan teksturnya persis seperti daging sapi,” ungkap Ila menirukan perkataan Gubernur Ansar saat berdialog dengannya.

Meski rasa dan tekstur rendang daun singkong buatan Ila sangat menarik bagi lidah masyarakat Karimun. Namun, rendang dan dendeng tersebut belum dipasarkannya secara komersial.

Dia hanya akan membuat rendang atau dendeng basah ketika ada pesanan saja. Sebab, peralatan yang digunakan masih manual. Begitu juga kemasan yang dipakai saat ini hanya mampu bertahan selama 1 bulan.

“Sedangkan untuk standar minimarket itu harusnya kan di atas 3 bulan,” katanya.

Makanya, saat ini Ila hanya memproduksi dendeng kering dan keripik daun singkong.

“Untuk rendang dan dendeng basah belum saya pasarkan, karena makanan itu belum bisa bertahan lama,” terangnya.

Dendeng dan keripik singkong buatan Ila saat ini sudah mengisi hampir seluruh supermarket dan gerai-gerai yang ada di Tanjungbalai Karimun.

Untuk pengembangan usaha, butuh modal yang lumayan besar.

Sebenarnya Ila pernah mendapat bantuan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank.

Meski pinjaman itu sudah membantu dalam memperbanyak kemasan. Namun, masih belum cukup untuk membawa produknya itu ke daerah luar dengan daya tahan yang lebih lama.

Kendati begitu, masyarakat Karimun sudah bisa merasakan gurihnya dendeng kering buatan Ila.

Nita misalnya, warga Meral asal Sumbar ini awalnya merasa penasaran dengan rasa dendeng buatan Ila.

Lidahnya yang terbiasa dengan rasa dendeng daging sapi akhirnya juga mengakui enaknya dendeng kering tersebut.

“Rasanya pas. Teksturnya juga persis seperti dendeng daging sapi,” ungkapnya.

Pemimpin Cabang BRI Tanjungbalai Karimun, Yosi William Kore mengatakan, BRI fokus mendorong atau membantu permodalan masyarakat yang memiliki usaha dalam kategori UMKM.

“Pemberdayaan UMKM itu kami dorong melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bunganya itu merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya,” ujar Yosi.

Kata Yosi, dengan pinjaman KUR tersebut, diharapkan UMKM akan terus tumbuh menjadi usaha dengan skala yang lebih tinggi, yakni dari usaha mikro, kecil, menengah hingga menjadi korporasi.

Penulis: Ilfitra

BAGIKAN