Manokwari (gokepri) – Desainer batik asal Manokwari, Papua Barat, Desirianingsih Haryati Parastri, mengantarkan karyanya ke pasar internasional. Batik khas Papua rancangannya menembus pasar Kuala Lumpur, Malaysia, dalam gelaran International Indonesia Modest Fashion Festival (IN2MF) pada 4 Mei 2024.
“Saya bersyukur terpilih sebagai salah satu desainer yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) untuk mengikuti IN2MF,” ujar Desi di Manokwari, Minggu (12/5/2024).
Baca Juga:
- Hari Batik Nasional 2023 di Infinite Learning: Merayakan Warisan dan Budaya Indonesia
- Presiden Jokowi Ajak Warga Indonesia Bangga dan Lestarikan Batik
Desi menjelaskan, IN2MF merupakan pagelaran busana tertutup (modest fashion) yang diprakarsai BI bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengangkat citra kain warisan nusantara (wastra) batik.
Melalui acara tersebut, batik Papua ternyata memikat hati para pecinta busana di Malaysia. Desain baju batiknya yang bertema “Streetwise Sophistication” mendapat sambutan hangat.
“Tema tersebut terinspirasi dari busana gaya jalanan yang santai, kontemporer, modern, kekinian dan mudah dipakai,” kata Desi.
Desi berharap karyanya dapat memotivasi anak muda Papua untuk mengenakan batik khas daerahnya. Batik selama ini sering dianggap sebagai busana kuno.
“Batik dari Papua banyak disukai karena keunikan gambarnya. Pada peragaan busana itu, saya mengangkat budaya Papua seperti tameng Papua, tifa, ukiran Papua, dan Rumah Kaki Seribu,” terangnya.
Usai IN2MF, Desi mulai kebanjiran pesanan dari Malaysia, baik kain batik maupun busana batik khas Papua. Produk-produknya kini mulai merambah pasar luar negeri.
Dia mengakui, prestasi yang diraihnya tidak terlepas dari peran BI yang terus membina para pengusaha dan pelaku UMKM di Papua Barat.
Sejak menjadi binaan BI pada 2017, Desi mengaku terus didampingi dan dibantu BI dalam mengembangkan usahanya. Awalnya, dia merintis usaha kursus menjahit. Kemudian, dia beralih menjadi desainer dan produsen batik khusus Papua.
BI terus mendorongnya untuk berkembang dengan mengajaknya mengikuti berbagai pelatihan UMKM, peragaan busana, pameran, hingga memberikan bantuan peralatan seperti tablet desain.
“Bahkan, saya harus re-branding usaha dari kursus menjahit Asrie Modesta menjadi produsen dan desainer Kasuari Batik berkat pelatihan UMKM yang difasilitasi BI. Istilahnya, kita bisa naik kelas dengan pelatihan itu,” ujarnya.
Berkat dorongan BI dan kerja kerasnya, saat ini desain batik khas Papua milik Desi bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara. Dia pun menjadi satu-satunya desainer dari Tanah Papua yang berhasil menembus peragaan busana tingkat nasional dengan mengangkat batik Papua.
Keberhasilan Desirianingsih Haryati Parastri membawa batik Papua ke pasar internasional menjadi bukti nyata pembinaan dan dukungan BI terhadap para pengusaha dan pelaku UMKM di Papua Barat. Batik Papua yang unik dan kaya budaya kini semakin dikenal dan diminati di kancah global. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News









