Batam Rancang Lumbung Pangan di Dua Pulau

Lumbung Pangan
Boat pancung di perairan Subang Mas, Kota Batam. Foto: istimewa

Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam menggarap lahan di dua pulau menjadi lahan pertanian sebagai upaya mengendalikan harga.

Program lumbung pangan itu bertempat di Pulau Canon dan Subang Mas yang berada di Kecamatan Galang. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam, Mardanis mengatakan kedua pulau tersebut masih dalam pengawasan. Sehingga pemerintah daerah masih mencari formula agar pemanfaatan lahan tetap berjalan sesuai Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR.

“Sebagian lahan sudah dikuasai warga setempat. Jadi pemerintah tengah mencari formula agar pemanfaatan lahan tetap berjalan sesuai RDTR yang sudah ditetapkan,” kata dia, Selasa (14/12).

HBRL

Meski begitu, pihaknya tidak terkendala akibat status kepemilikan lahan tersebut. Tahun ini pihaknya tetap memberikan bantuan kepada petani di dua pulau tersebut. Bantuan yang diberikan berupa bibit tanaman seperti cabai, dan hewan ternak untuk dikembangbiakkan.

“Kami dibantu provinsi kalau untuk bantuan bibit selama ini. Jadi kebutuhan pangan seperti cabai, sayur, dan yang bisa hidup di sana, kami upayakan. Jadi nanti petani tanam dulu, yang penting pemanfaatan pulau tetap berjalan,” jelasnya.

Selam ini kebutuhan komoditi pangan Batam bergantung dari pasokan daerah lain. Batam yang merupakan bukan daerah penghasil, mencoba mengembangkan area pertanian di pulau, karena kota tidak ada lahan, dan fokus pada industri.

“Memang belum banyak yang bisa dihasilkan, namun bila dibandingkan beberapa tahun lalu, saat ini jauh lebih baik. Petani lokal berhasil intervensi cabai hijau 100 persen, dan cabai merah 20 persen,” terangnya.

Sebagai contoh harga cabai cukup murah, dan mudah didapatkan. Sebab petani lokal sudah menghasilkan cabai hijau setiap minggunya. Sementara untuk cabai merah masih dalam pengembangan, sebab petani juga harus memikirkan biaya atau cost untuk cabai merah ini.

“Kalau cabai merah ini ada waktu tertentu untuk panen, sedangkan cabai merah mereka harus nunggu. Dan itu tidak bisa sering dipanen seperti cabai hijau,” imbuh mantan Kepala Disdukcapil ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pengembangan harusnya tidak terbentur soal lahan. Nanti pemerintah bisa menggunakan berbagai sistem dengan petani

“Bisa bagi hasil juga. Atau mekanisme seperti apa nanti, yang penting penggunaan pulau sesuai,” ujarnya.

Meskipun bukan kota penghasil, setidaknya dengan adanya petani lokal ini, maka akan sedikit membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka. Petani juga menghasilkan sayur, buah, bahkan kualitasnya cukup bagus.

“Ini artinya petani kita banyak belajar, dan ingin maju. Pemerintah harus mendukung hal ini,” ucapnya.

Ia mendorong pertanian lokal, pertanian di beberapa pulau di Kota Batam akan dikembangkan. Pulau yang cocok adalah Pulau Canon dan Subang Mas.

“Pulau itu sudah kami rencanakan sebagai lahan pertanian dari sisi tata ruang. Hanya saja kami harus urus kepemilikannya,” tutur Amsakar.

(Penulis: Engesti)

 

 

Pos terkait