Batam (Gokepri.com) – Persoalan stok vaksin Covid-19 yang kosong di Batam mulai dikeluhkan warga yang belum mendapat dosis ketiga. Mereka tidak bisa melakukan perjalanan udara karena mewajibkan booster sebagai syarat.
Sementara Pemko Batam sudah berulang kali mengajukan penambahan dosis vaksin melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Namun hasilnya nihil. Sebab, kekosongan vaksin juga terjadi di Pemerintah Pusat.
Akibat kekosongan itu, warga Batam kesulitan untuk melakukan vaksinasi. Apalagi syarat perjalanan yang mewajibkan vaksin booster. “Di puskesmas semua kosong,” kata Fakri, warga Sagulung.
Dia mengaku terpaksa harus menunda beberapa jadwal keberangkatan keluar daerah karena karena belum di vaksin. “Saya belum booster. Sementara kalau mau keluar daerah sekarang harus booster,” kata dia.
Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan Kota Batam, Ika Fairuza meminta persyaratan perjalanan yang masih menggunakan vaksin akan dikaji ulang. Sebab, stok vaksin Covid-19 di Kepri yang masih kosong.
“Kami minta Kemenhub mempertimbangkan kembali soal pelaku perjalanan ini,” katanya saat dihubungi Senin 10 Oktober 2022.
Ia mengatakan, sudah menyurati KKP agar aturan itu dapat direvisi. “Sekarang stok vaksin tak ada kita minta direvisi. Kami juga sudah surati KKP agar dapat diteruskan ke pusat,” kata dia.
Meski stok vaksin kosong tapi capaian vaksinasi di Batam masih tinggi. Sehingga, kekebalan komunal sudah terbentuk. “Capaian vaksinasi kita bagus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









