Batam Butuh Lima Ton Ikan Air Tawar per Hari

Ilustrasi. Ikan nila, salah satu ikan yang banyak dibudidayakan di Batam. Foto: Freepik.com

Batam (gokepri.com) – Kebutuhan ikan air tawar di Kota Batam per hari cukup tinggi. Dinas Perikanan Kota Batam menyebut kebutuhan ikan air tawar di Batam tak kurang dari lima ton per hari.

Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Kota Batam Cicik Kurniawati di Batam mengatakan hasil produksi budi daya ikan air tawar terbesar saat ini di Batam yaitu lele, nila, patin, gurame, mujair dan bawal tawar.

Cicik mengatakan untuk mendukung peningkatan hasil produksi budi daya ikan air tawar, pihaknya menginisiasi sistem bioflok. Sistem itu dapat meningkatkan kapasitas budi daya tanpa mengubah kontur tanah.

Baca Juga: Nelayan Batam dapat Bantuan Alat Tangkap Perikanan, Total Anggaran Rp1 M

“Sistem dikembangkan dengan bantuan APBD,” kata Cicik, Selasa 3 September 2024.

Saat ini sebanyak 70 unit peralatan bioflok telah disalurkan kepada kelompok dan pengelola budi daya ikan air tawar di Batam di tahun 2024 ini.

“Kami juga merencanakan pen ambahan lebih dari 100 unit pada tahun 2025,” kata dia.

Cicik mengatakan ada tiga jenis budi daya ikan yang dikembangkan di Batam, di antaranya budi daya ikan air laut, ikan air tawar dan ikan air payau. Ikan hasil budi daya itu ada yang untuk dikonsumsi di Batam ada yang untuk kebutuhan ekspor.

“Kalau ikan tawar untuk konsumsi Kota Batam. Ikan air laut itu yang sebagian besar diekspor, juga untuk kebutuhan restoran di Batam. Tapi untuk yang air payau itu juga lebih lebih dari 70 persen diekspor, salah satunya udang,” kata dia.

Hasil budi daya ikan laut, ikan air tawar dan ikan payau di Batam sepanjang Januari hingga Juni 2024 mencapai 5.000 ton. Khusus untuk hasil budi daya ikan air tawar per bulannya rata-rata menghasilkan 200 ton.

“Kalau ikan air laut justru di bawah ikan air tawar,” ujarnya.

Hal itu karena masa pemeliharaan ikan laut sampai bisa dipanen membutuhkan waktu yang lama, sedangkan ikan air tawar pemeliharaanya rata-rat hanya tiga bulan sudah bisa dipanen. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait