Bahas Ganti Untung, Bahlil Kembali Dialog dengan Warga Rempang

Bahlil rempang
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad berfoto bersama dengan murid-murid SMP 22 Batam, Jumat 6 Oktober 2023. Foto: Antara

Batam (gokepri) – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) Bahlil Lahadalia melakukan dialog dengan warga Kampung Tanjung Banun di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (6/10) sore.

Dalam dialog dengan warga, Bahlil memberitahukan kepada warga tentang ganti untung yang akan diterima jika bersedia digeser atau direlokasi.

“Ini perintah langsung dari Bapak Presiden, untuk memberikan hak-haknya kepada warga di sini yang terdampak. Saya tidak mungkin mau merugikan Bapak Ibu sekalian secara besar,” ujarnya kepada warga.

HBRL

Baca Juga: Bahlil Minta Warga Rempang Tak Perlu Khawatir soal Pembangunan Kampung Baru di Sijantung

Dia menyebutkan, selain memberikan rumah dengan harga Rp120 juta, lahan seluas 500 m2, mengganti tanaman, mengganti keramba dan sampan warga, Menteri Bahlil juga berjanji akan mengganti lahan perkebunan milik warga.

Dia menjelaskan, apabila ada warga memiliki lahan perkebunan yang luasnya di atas 5.000 m2 sampai satu hektar, akan diganti dengan uang tunai sebesar Rp30 juta.

“Kalau ada warga yang memilik lahan perkebunan yang luasnya di atas 5.000 meter persegi sampai satu hektar, akan kami bayar Rp30 juta. Di atas satu hektar itu diganti Rp50 juta,” katanya.

Dia juga akan membahas secara khusus aset-aset yang dimiliki warga, untuk bagaimana cara perhitungan ganti rugi.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa pada tahapan relokasi tahapan pertama ini, sebanyak 70 persen warga Kampung Tua Pasir Panjang sudah bersedia di relokasi.

“Semua masih berjalan. Di Kampung Tua Pasir Panjang saja sampai sekarang sudah 70 persen masyarakat yang menerima,” jelasnya.

Usai berdialog, Menteri Bahlil juga sempat menemui warga yang melakukan aksi masih menolak pergeseran tersebut dan berdiskusi dengan beberapa perwakilan warga yang menolak.

Tidak ada kericuhan dalam aksi penolakan tersebut hingga Menteri Bahlil pergi meninggalkan lokasi.

Bantuan untuk Sekolah

Dalam kunjungan itu, Bahlil menyerahkan 15 unit laptop dan uang tunai Rp50 juta kepada dua sekolah yang berada di Tanjung Kertang, Pulau Rempang.

Sebanyak 15 laptop itu diberikan kepada SMP Negeri 22 Batam untuk meningkatkan proses belajar murid. Sedangkan uang tunai Rp50 juta diberikan kepada SD Negeri 024 Galang untuk pembelian seragam sekolah murid.

Pemberian tersebut merupakan janji yang disampaikan Menteri Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke kedua sekolah itu pada 18 September 2023 lalu.

“Hari ini saya datang, menepati janji dari apa yang saya janjikan pada waktu itu. Karena waktu saya ke sini, anak-anak sedang ujian dan saya melihat komputer yang dipakai banyak yang rusak. Alhamdulillah hari ini saya tepati janji saya, saya membawa 15 unit laptop,” ujar Bahlil Lahadalia di depan para murid.

Menteri Bahlil Lahadalia juga berjanji akan menambahkan beberapa unit laptop lagi. “Kemarin saya sudah janji memberikan 15 unit dan sudah saya tepati. Saya berjanji lagi akan menyerahkan 10 unit lagi dan akan kembali menyerahkannya di sini,” katanya.

Setelah memberikan 15 unit laptop untuk SMP 22 Batam, Menteri Bahlil Lahadalia juga langsung memberikan bantuan berupa uang tunai Rp50 juta untuk pembelian seragam sekolah.

Setelah pemberian bantuan tersebut, dia meminta para murid untuk bersekolah yang baik dan bersemangat serta tidak perlu takut lagi untuk bersekolah di tengah isu penggusuran.

“Tunjukkan kalau kalian lebih hebat dari orang-orang yang berada di Jakarta,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait