Karimun (gokepri.com) – Memasuki hari ketiga ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriyah ini, aktivitas masyarakat saat sore hari mulai ramai.
Menjelang masuknya waktu berbuka, masyarakat Karimun memburu takjil atau penganan berbuka puasa.
Ada beberapa titik yang menjadi pusat jajanan takjil di Karimun, mulai dari sepanjang Jalan A Yani di Kolong hingga ke Baran.
Penjual takjil juga nampak berjubel di Jalan Raja Oesman atau di sekitar kawasan Batu Lipai.
Beraneka makanan dan minuman tradisional yang dijual masyarakat sebagai menu berbuka puasa.
Aneka makanan tradisional seperti klepon, epok-epok, kue lupis, mie lender, mie siam, lakse kuah dan lakse goreng serta makanan khas Melayu lainnya yang dijual pedagang takjil.
Harga yang ditawarkan juga sangat murah, untuk satu jenis kue hanya dijual Rp1.000.
Sementara, makanan yang sudah dikemas dijual Rp5.000 per bungkus.
Selain itu, aneka minuman segar seperti jus, sup buah dan es cendol serta es kelapa muda tak luput dari incaran warga yang tengah berburu takjil.
“Alhamdulillah, hari ini pengunjung cukup ramai,” ujar Ida, penjual takjil di kawasan Kolong.
Ida mengaku sudah menjadi pedagang takjil tetap di kawasan itu sejak beberapa tahun terakhir.
Di lokasi itu, Ida menjual pecel sayur dan juga aneka makanan ringan seperti risoles dan makanan tradisional lainnya.
Sementara, Salman bersama tema-temannya sengaja berkeliling dulu sebelum membeli takjil yang disukainya.
“Tadi sebelum membeli takjil, kami berkeliling dulu sambil ngabuburit bersama kawan-kawan. Biasalah, anak muda,” ungkapnya.
Penulis: Ilfitra








