JAKARTA (gokepri) – Apple belum mengajukan izin penjualan iPhone 17 di Indonesia, meski proyek investasinya di Tanah Air terus berlanjut.
“Kemarin iPhone 16, berarti belum, iPhone 17 belum ada pengajuan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (3/9).
Agus menegaskan komitmen Apple tidak bergeser. Kesepakatan investasi yang disepakati pemerintah dengan raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu tetap dijalankan. Sejumlah proyek sudah berjalan, mulai dari Apple Developer Academy BINUS Bali yang diluncurkan pekan lalu, hingga Apple Software Indonesia and Technology Institute, serta Apple Professional Developer Academy.
“Untuk investasi, tetap jalan, semuanya masih on the right track,” ujarnya.
Salah satu investasi terbesar tengah dikerjakan di Batam, Kepulauan Riau. Pabrik vendor Apple di sana akan memproduksi hingga 65 persen kebutuhan AirTag global, dengan nilai investasi mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun. Fasilitas itu ditargetkan selesai awal 2026 dan berpotensi menyerap hingga 2.000 tenaga kerja.
Pemerintah dan Apple menargetkan investasi itu terus berkembang hingga 10 miliar dolar AS. Dalam satu produk iPhone, Apple bekerja sama dengan ratusan vendor di seluruh dunia, termasuk di Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Masuknya vendor ke Indonesia dinilai dapat membuka jalan bagi negeri ini untuk masuk ke rantai pasok global.
Agus menambahkan, langkah Apple bisa menjadi daya tarik bagi perusahaan teknologi Amerika lainnya. “Ini bisa membuka peluang investor lain masuk,” ujarnya singkat. ANTARA
Baca Juga: Fary Djemy: Investasi Apple di Batam Serap 2.000 Pekerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








