Tanjungpinang (gokepri.com) – APBD Kepri 2021 ditargetkan disahkan sebelum 30 November 2020. Anggaran diproyeksikan turun sekitar Rp200 miliar karena pandemi Covid-19.
“Saat ini pembahasan antara DPRD dengan mitra kerja masih berlangsung,” ujar Sekretaris Daerah Kepri TS Arif Fadillah, Sabtu (7/11/2020).
Arif memproyeksikan besaran APBD 2021 sebesar Rp3,7 triliun atau mengalami penurunan dibanding APBD 2020 sebesar Rp3,9 triliun.
“Penurunan terjadi karena ada pengurangan dana bagi hasil pusat ke daerah akibat pandemi COVID-19,” katanya.
Baca Juga:
Arif menegaskan APBD Kepri 2021 masih difokuskan untuk penanganan pandemi COVID-19 berikut dampak yang menyertainya.
Selain itu, anggaran tetap diarahkan pada penyelesaian pembangunan fisik yang masih tertunda pada 2019.
Beberapa proyek yang menjadi skala prioritas di antaranya, penyelesaian proyek tahun jamak penataan kawasan Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang.
Lalu, lanjutan penyelesaian pembangunan Jembatan Marok Tua di Kabupaten Lingga dan lanjutan pembangunan Jalan Simpang Panjang di Kabupaten Anambas.
“Khusus proyek di Kabupaten Anambas, kita patungan menggunakan dana APBD pemkab dan pemprov,” ujar Arif. (Can)
Editor: Candra Gunawan
Baca Juga:







