BATAM (gokepri) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp4,7 triliun. Lebih dari setengahnya bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) yang tahun depan ditargetkan Rp2,6 triliun.
“Alhamdulillah, pendapatan daerah kita bisa menyokong lebih dari 50 persen APBD,” kata Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai rapat paripurna di DPRD Batam, Senin, 8 September 2025.
Amsakar menegaskan, belanja daerah akan diarahkan sesuai program prioritas. Fokus pertama adalah penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan. Pemerintah Kota Batam melanjutkan program beasiswa bagi siswa berprestasi, mahasiswa penerima bantuan sosial, serta anak-anak hinterland yang lolos perguruan tinggi negeri.
Fokus kedua adalah peningkatan infrastruktur, mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga pembenahan drainase. Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Insentif bagi sekitar 20 ribu orang tetap berlanjut. Penerimanya meliputi RT/RW, imam masjid, guru TPG PNB, mubalig, pendeta, dan petugas fardu kifayah. Kelompok pekerja rentan seperti ojek online, penambang pancung, dan penarik becak juga tetap mendapat dukungan.
“Ini menjadi perhatian kami, karena mereka juga bagian penting dari denyut ekonomi Batam,” ujar Amsakar.
Pemko Batam juga meningkatkan alokasi bantuan untuk warga lanjut usia. Jika pada 2025 tercatat 1.987 penerima, tahun depan jumlahnya naik menjadi 4.000 orang.
“Semua kebijakan ini merujuk pada RPJMD Kota Batam, terutama 15 program prioritas, tujuh di antaranya bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Amsakar.
Dengan arah kebijakan tersebut, Pemko Batam berharap APBD 2026 tidak hanya menjadi instrumen pembangunan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Baca Juga: APBD Perubahan Batam 2025 Disetujui, DPRD Soroti Parkir dan Tarif Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









