Antrean Ambulans di RSKI Galang

Peta sebaran kasus Covid-19 di Kota Batam per 23 April 2021.
Peta sebaran kasus Covid-19 di Kota Batam per 23 April 2021.

Batam (gokepri.com) – Melonjaknya kasus lokal positif Covid-19 dan dari pekerja migran mengancam ketersediaan kapasitas ruang perawatan sejumlah rumah sakit di Kota Batam. Kondisi ini diperparah dengan dugaan surat PCR palsu yang dibawa pekerja migran dari negeri jiran yang pulang ke tanah air melalui Batam.

Salah satu rumah sakit di Batam yang banyak menangani pasien Covid-19 adalah Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang. Dalam sebuah rekaman video berdurasi 32 detik yang beredar di media sosial terlihat antrean ambulans yang terus berdatangan. Sementara puluhan orang tampak bergerombol di luar gedung RSKI.

“Kondisi Galang saat ini,” ungkap Putra saat membagikan rekaman video tersebut, Jumat (23/4/2021).

HBRL

Ketersediaan kapasitas ruang perawatan bagi pasien Covid-19 ini sempat dikhawatirkan Kepala RSKI Pulau Galang, Kolonel Khairul Ihsan Nasution, beberapa hari lalu. Hal ini seiring terus meningkatnya kasus positif Covid-19 dan singgahnya pekerja migran Indonesia di Batam.

“Hari ini kami merawat 320 orang dari 360 tempat tidur. Okupansi sudah hampir 90 persen. Sisa tempat tidur untuk bergejala ringan tinggal 20 lagi,” katanya sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (20/4) lalu.

Dari 320 orang positif Covid-19 yang masih dirawat itu, sebanyak 90 orang di antaranya adalah pekerja migran yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura melalui Batam. Menurut Khairul, seluruh warga yang diisolasi di RSKI Pulau Galang adalah pasien positif Covid-19.

Batam dipilih pemerintah pusat sebagai salah satu pintu masuk kedatangan ribuan pekerja migran dari Malaysia dan Singapura yang dipulangkan ke tanah air. Berdasarkan data, selama tahun 2020 sampai 17 April 2021 terdapat 63.140 pekerja migran yang dipulangkan melalui Batam. Sebanyak 57.532 (85%) orang datang dari Malaysia dan 5.608 (15%) datang dari Singapura.

Dari jumlah tersebut, 425 orang di antaranya positif Covid-19. Terdiri dari 275 pekerja migran di tahun 2020 dan 150 pekerja migran di tahun 2021.

Tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, para pekerja migran ini mengantongi surat PCR dengan hasil tes negatif. Namun saat di tes usap, sebagian pekerja migran terkonfirmasi positif Covid-19.

Indikasi adanya surat PCR abal-abal pun terungkap saat kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo di Batam, Senin (19/4). Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melaporkan permasalahan tersebut dalam pembahasan perkembangan kasus Covid-19 dan penanganan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Terdapat PMI/WNI yang dokumen PCR Test diduga palsu dan tidak dilakukan pemeriksaan PCR di Malaysia,” ungkap Rudi.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, juga mensinyalir adanya pekerja migran membawa surat hasil tes PCR palsu saat pulang ke tanah air. Surat PCR negatif itu dikeluarkan oleh pihak pemeriksa sampel usap di Malaysia. KKP meminta bantuan Konjen di Malaysia untuk memastikan kebenaran surat dari klinik yang menerbitkan.

“Ditengarai ada yang menggunakan (surat) PCR palsu,” kata Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilance Epidemiologi KKP Batam Romer Simanungkalit.

Sementara itu, kasus baru positif Covid-19 di Batam terus meningkat, bertambah 70 orang pada Jumat (23/4). Penambahan ini menjadikan kasus positif Covid-19 di Batam mencapai 6.815 orang. Sebanyak 6.220 atau 91,27 di antaranya sembuh, 159 orang meninggal, dan 436 sedang dirawat.

Kecamatan Galang yang selama ini nihil kasus Covid-19, kini sudah berubah dari zona hijau menjadi zona kuning. Otomatis tinggal satu kecamatan saja di Kota Batam yang masih bertahan sebagai zona hijau, yakni Bulang.

Begitupun Kecamatan Nongsa yang sebelumnya masuk zona merah muda, kini berubah menjadi zona merah bersama tujuh kecamatan lainnya. Yakni Kecamatan Sekupang, Batuaji, Sagulung, Lubukbaja, Bengkong, Batam Kota, dan Sei Beduk.

“Terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Sehingga memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19, baik dari transmisi lokal maupun impor,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (wan)

Pos terkait