Batam (gokepri) – Bencana puting beliung di Pulau Kasu menghambat kegiatan belajar di sekolah. Anak-anak membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah untuk bisa kembali ke bangku belajar.
Syarifah, seorang ibu di Pulau Kasu, menceritakan perlengkapan sekolah anaknya hilang dan rusak akibat bencana alam tersebut. “Baju, sepatu, dan buku-buku hanyut terbawa angin,” ujar dia saat ditemui di Pulau Kasu, Senin 3 Juli 2023. Sekarang, anak Syarifah dan anak-anak yang rumahnya rusak tidak memiliki perlengkapan apa pun untuk ke sekolah.
Dalam keadaan genting, Pemerintah Kota Batam sudah memberikan bantuan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Namun, Syarifah dan warga lainnya mengharapkan bantuan perlengkapan sekolah dari pemerintah. Mereka menyadari bahwa pendidikan anak-anak adalah hal penting dan tak boleh terabaikan.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Batam telah merespon dengan sigap. Leo Putra, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Batam, mengatakan Pemerintah Kota akan memprioritaskan penanganan pasca-bencana dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Setidaknya ada 102 rumah yang mendapat dana bantuan perbaikan. Bantuan berdasarkan kategori rusak ringan sebesar Rp1 juta hingga Rp5 juta, rusak sedang Rp5 juta hingga Rp10 juta dan rusak berat Rp10 juta-Rp25 juta. “Keputusan ini berdasarkan hasil rapat dan persetujuan Pak Wali,” ujar Leo.
Pemko Batam bekerja cepat untuk mengupayakan segera mencairkan dana darurat untuk membantu membangun kembali rumah warga yang terdampak sehingga masyarakat bisa kembali tinggal di rumahnya.
Tak hanya itu, pemko juga membuka posko bantuan untuk pihak swasta yang ingin membantu masyarakat yang terdampak akibat bencana. “Tinggal verifikasi dan administrasi saja. Tidak ada masalah lagi untuk anggaran. Sekarang lagi proses,” kata
Berdasarkan data, setidaknya ada 102 unit rumah yang terdampak akibat bencana puting beliung tersebut, dengan rincian 37 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang dan 43 rumah ringan. Selain itu, ada 125 balita dan anak-anak yang masih dalam perawatan.
“Sudah dilakukan pendataan, jadi didirikan posko bencana oleh Pemkot Batam, kemudian untuk tanggap darurat pertama itu kita buka dapur umum untuk kebutuhan pangan korban yang terdampak selama 3 hari ke depan,” kata Leo.
Baca Juga: Angin Puting Beliung di Pulau Kasu, Puluhan Rumah Rusak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







