Amsakar Kepada LIRA Kepri: Jaga Wibawa, Integritas, dan Independensi

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri pelantikan DPW LSM LIRA Provinsi Kepri di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Minggu (21/3/2021).
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri pelantikan DPW LSM LIRA Provinsi Kepri di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Minggu (21/3/2021).

Batam (gokepri.com) – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Kepri di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Minggu (21/3/2021).

Sebelum menyampaikan sejumlah hal, Amsakar menyampaikan salam Wali Kota Batam Muhammad Rudi kepada pengurus LIRA Kepri maupun berbagai pihak yang hadir dalam pelantikan ini. “Salam dari Bapak Walikota, pemimpin kita ini sedianya ingin hadir di tengah-tengah kita, namun karena satu dan lain hal beliau mengamanahkan ke saya,” ucap Amsakar.

Kepada LSM yang Amsakar sendiri pernah menjadi pengurus dalam suatu era tersebut, Amsakar menyampaikan sejumlah harapan. Di antaranya, LIRA hendaknya tetap menjaga wibawa, menjaga integritas, hingga menjaga independensi.

“Jangan karena berita hoax lalu bertungkus lumus menginvestigasi suatu persoalan tapi hasilnya nol, tak usah. Jangan karena info kaleng-kaleng lalu membuat bergerak tak tentu arah. Kepada adik-adik saya di LIRA, saya ingatkan tiga hal ini,” paparnya.

Amsakar menyebutkan, ada ragam setiap orang atau kelompok melihat suatu masalah. Terkait ini ia menganalogikan sudut pandang lalat dan lebah. Menurutnya, jika menggunakan sudut pandang atau mata lalat, semua hal dianggap kotor. Berbeda dengan lebah yang memandang semua hal manis, hematnya madu selalu ingin memproduksi madu.

“Nah, sekarang kita mau melihatnya dari perspektif yang mana. Maka abang sampaikan jaga betul integritas, wibawa, dan independensi tadi,” harapnya.

Baca juga: Prosesi Adat Melayu Tabur Beras Kunyit Sambut Rudi-Amsakar

Ia menerangkan, dari harapan maupun perumpamaan tersebut, LIRA hendaknya dapat obyektif menyikapi setiap masalah yang ditemui. Kemudian menviralkannya tanpa dasar yang bahkan belum jelas.

“Bedahlah secara obyektif setiap masalah-masalah yang kalian dengar. Jangan ujug-ujug ekspose lalu membuat semua pihak tak dapat tidur karena ekspos itu. Bukan dalam ranah itu bergeraknya LIRA yang saya harapkan,” imbuhnya.

Ia juga mengajak, LIRA menjadi mitra strategis pemerintah untuk membangun daerah. Menurutnya, bermitra tidak hanya positif konstruktif ataupun kritis, lebih dari itu harus disertai solusi.

“Bangunan LIRA ini anda semua pegang, mudah-mudahan kalian berada dalam koridor itu,” ujarnya.

Ia mendukung rencana LIRA yang ingin melakukan koordinasi internal guna mengembangkan sayap di berbagai daerah di Kepri. Sehingga dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah ke depan.

“Kita semua inginkan pembangunan daerah semakin maju,” katanya.

Lanjut Amsakar, kini Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan dirinya menjalani kepemimpinan periode kedua memimpin Batam. Selama lima tahun jilid pertama, Rudi-Amsakar telah menerajui pemerintahan di Batam dengan baik.

Dari postingan anggaran Rp2,6 triliun sampai Rp2,8 triliun lebih dari 64 persen diarahkan untuk belanja publik. Hanya 36 persen untuk belanja tidak langsung atau aparatur.

Di dalam 36 persen tersebut bahkan ada insentif bagi 20 ribu orang, dari RT/RW, pemuka agama, guru swasta, posyandu dan lainnya. Selain itu ada bantuan sosial, juga ada bantuan bencana juga.

“Kami sudah sedemikian rupa bertindak efektif dan efisien dalam penggunaan anggaran dan diarahkan ke pembangunan yang baik. Ke depan mari kita bersama membangun kota yang cintai ini semakin maju lagi,” ajaknya. (eri)