Perbaikan Pipa Dipercepat, Warga Tanjung Uncang Segera Nikmati Air Bersih

air batam hilir
Warga Perumahan Putra Jaya, Tanjung Uncang, berunjuk rasa di depan Kantor BP Batam, 18 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – PT Air Batam Hilir (ABH) memastikan aliran air bersih di Perumahan Putra Jaya, Tanjung Uncang, dan sekitarnya akan kembali normal minggu depan setelah perbaikan jaringan pipa. Penyelesaian akhir infrastruktur pipa di kawasan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2024.

Pengumuman ini disampaikan Direktur ABH, Mujiaman Sukirno, setelah warga Tanjung Uncang berunjuk rasa di Kantor BP Batam, Rabu, 18 September 2024. Ia menjelaskan perbaikan jaringan pipa di kawasan tersebut sudah hampir selesai.

“Minggu depan air akan kembali lancar. Saat ini, kami tengah menyelesaikan perbaikan fisik agar aliran air dapat mencapai rumah-rumah warga,” ujarnya.

HBRL

Muji menyebut pengerjaan infrastruktur pipa seharusnya memakan waktu dua hingga tiga minggu, tetapi dipercepat demi memenuhi kebutuhan warga Tanjung Uncang. Sambil menunggu penyelesaian perbaikan, ABH berkomitmen untuk menyediakan air mulai pukul 12.00 hingga 01.00 WIB. ABH juga menyediakan bantuan air tangki untuk daerah yang belum terjangkau.

“Beberapa daerah terpencil belum dapat dijangkau. Kami juga sedang membangun pompa air di Blok E yang lokasinya jauh,” tambahnya.

Penyelesaian final infrastruktur pipa di kawasan Tanjung Uncang diperkirakan rampung pada Desember 2024. Muji meminta warga untuk bersabar menghadapi kendala air ini.

Baca: Minta Air Mengalir, Warga Putra Jaya Sempat Tutup Akses ke Industri Shipyard Tanjung Uncang

“Pekerjaan pipa akan selesai Desember 2024, tetapi dalam seminggu ini air akan mulai mengalir normal sekitar jam 12.00 WIB. Kami juga menyediakan mobil tangki air untuk warga,” katanya. Warga diharapkan segera melaporkan jika masih mengalami kendala mendapatkan air setelah perbaikan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan masalah air di Tanjung Uncang akan segera selesai. Ia meminta masyarakat untuk bersabar. “Saya akan memantau langsung proses pengerjaannya karena yang bertanggung jawab adalah ABH. BP Batam hanya memonitor perkembangannya,” jelas Rudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait