Batam (gokepri.com) – Dalam kontestasi Pilkada Batam yang semakin mendekat, pasangan calon Nuryanto-Hardi (NADI) dinilai menjadi penantang seimbang bagi pasangan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra (ASLI).
Hal itu diungkapkan oleh Pengamat politik dan akademisi dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Ramayandi. Ia menjelaskan latar belakang politik dan keaktifan dalam masyarakat yang dimiliki oleh pasangan NADI membuat mereka menjadi kandidat yang tangguh dalam menghadapi ASLI.
“Dari segi latar belakang, pasangan NADI memiliki keunggulan sebagai politisi dan tokoh masyarakat. Ini menjadikan mereka pasangan yang ideal untuk melawan pasangan Amsakar dengan Li Claudia yang memiliki koalisi besar,” kata Ramayandi, Selasa 3 September 2024.
Baca Juga: Berkas Lengkap, Pasangan Nuryanto-Hardi Resmi Mendaftar di KPU Batam
Pasangan NADI diusung oleh PDIP dan dua partai nonparlemen, sementara pasangan ASLI didukung oleh 11 partai besar yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus), yang merupakan gabungan partai politik pendukung presiden-wapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Nuryanto, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Batam dan Ketua DPRD Batam periode 2019-2024, pernah berkompetisi dalam Pilkada Batam 2010 sebagai calon Wakil Walikota Batam. Sedangkan Hardi adalah mantan anggota DPD RI asal Kepulauan Riau selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019), dikenal sebagai tokoh pendidikan dan masyarakat Melayu.
Ramayandi menambahkan, pasangan NADI memiliki jaringan dan latar belakang yang memberikan mereka peluang besar untuk menandingi pasangan ASLI. Meski koalisi gemuk partai politik berada di belakang ASLI, NADI tetap dianggap sebagai lawan yang setara.
“Pasangan NADI memiliki simpul-simpul suara yang kuat di akar rumput, terutama dalam organisasi kemasyarakatan,” kata Ramayandi.
Sejauh ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam telah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi kedua pasangan calon di RSBP Batam dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September sebagai bagian dari tahapan Pilkada.
Setelah pemeriksaan kesehatan, Amsakar mengatakan akan lebih sering menemui masyarakat hingga tanggal penetapan calon pada 22 September mendatang.
“Kami terus mengunjungi warga dan sudah terjadwal dari relawan di 12 kecamatan, UMKM, majelis taklim, saya akan turun,” ujar Amsakar.
Selain itu ia juga sedang mempersiapkan tim bantuan hukum dan merekrut saksi-saksi untuk seluruh TPS, serta menyiapkan media center yang akan mengelola kecamatan masing-masing.
Di sisi lain, pasangan NADI juga mengungkapkan kesiapan mereka dalam menghadapi kontestasi Pilkada. Pasangan ini juga akan melakukan silaturahmi kepada banyak tokoh dan masyarakat luas.
“Insyaallah setelah ini kami akan melakukan sowan, dan setelah penetapan juga akan sowan lagi,” ungkap Nuryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









