Amsakar Achmad: Kotak Kosong Juga Lawan

amsakar achmad kotak kosong
Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra di kawasan Pasir Putih, Batam Center, 26 Juli. FOTO: GOKEPRI/MUHAMMAD RAVI

BATAM (gokepri) – Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra tak mempersoalkan jika harus melawan kotak kosong di pilkada Batam 2024 karena tak melanggar aturan. Tak mau jumawa sekalipun survei bagus dan ramainya dukungan partai politik.

Kompak berkemeja motif kotak-kotak, Amsakar dan Li Claudia sarapan bersama dengan banyak wartawan di kawasan Pasir Putih, Batam Center, Jumat pagi, 26 Juli. Keduanya sempat mengenalkan jargon ASLI (Amsakar Achmad-Li Claudia). Amsakar bahkan menggunakan sudah jargon ini dalam sesi wawancara.

Baca: Setelah 10 Partai Mengusung Amsakar Achmad-Li Claudia

HBRL

Calon walikota-wakil walikota Batam itu kemudian sempat ditanya soal kotak kosong. Pasangan calon tunggal kemungkinan besar akan melawan kotak kosong di Pilkada Batam.

Calon tunggal mencuat karena satu bulan jelang pendaftaran, 10 dari 12 partai politik peraih kursi DPRD Batam sudah memberikan dukungan resmi untuk Amsakar-Li Claudia. Mereka selanjutnya akan membangun koalisi partai pengusung.

Partainya yaitu Nasdem, Gerindra, Golkar, PKB, PAN, Hanura, Demokrat, PSI, PKN dan PPP. Gabungan parpol itu meraih 37 dari 50 total kursi di DPRD Batam atau sekitar 74 persen dukungan.

Hanya PDIP dan PKS yang belum menentukan sikap. Gabungan partai itu sebanyak 13 kursi, lebih dari cukup untuk mengusung calon yang syarat minimalnya 10 kursi atau 20 persen dari total kursi di DPRD Batam.

Namun calon tunggal terwujud jika PKS atau PDIP akhirnya mengekor koalisi gemuk Amsakar-Li Claudia. Alhasil, koalisi partai pengusung Amsakar-Li Claudia menutup peluang munculnya calon lawan karena sisa satu partai PKS (6 kursi) atau PDIP (7 kursi) tak bisa lagi membangun poros koalisi.

“Bagi saya kotak kosong itu juga lawan,” ujar Amsakar. Amsakar kemudian menyampaikan tidak mau jumawa soal lawan kotak kosong. Ia menyebutkan, tidak pernah tercetus soal lawan kotak kosong ini. Apalagi menurutnya, kotak kosong dalam pemilihan juga merupakan lawan.

amsakar achmad kotak kosong
Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra di kawasan Pasir Putih, Batam Center, 26 Juli. FOTO: GOKEPRI/MUHAMMAD RAVI

Ia pun berharap masih ada tambahan dukungan partai. “Sebagai pasangan calon yang akan maju kami berdua berharap dukungan terhadap pasangan ASLI terus mengalir,” tambah Amsakar.

Amsakar menyampaikan perjuangan untuk maju ini sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Ia bersama dengan relawan terus turun dan menjalin komunikasi dengan masyarakat, demi mendapatkan dukungan.

“Perjalanan saya bersama relawan, dan sekarang didukung partai politik adalah untuk mewujudkan keinginan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan hal lain yang juga menjadi penguat adalah survei pasangan ASLI di Batam juga bagus, sehingga hasil survei itu turut menjadi bahan bakar bagi ASLI untuk berkomitmen maju di Kota Batam.

“Alhamdulillah, surveinya bagus. Jadi kami berdua makin mantap untuk maju di Batam ini. Relawan, partai politik, dan masyarakat adalah tenaga bagi kami,” ungkapnya.

Amsakar tak merinci hasil survei tersebut. Namun survei elektabilitas yang dikeluarkan Indikator Politik Indonesia menempatkan Amsakar unggul 50,8 persen, sedangkan nama Marlin Agustina 40,2 persen. Sedangkan survei terbaru Lembaga Survei Indonesia atau LSI, menempatkan Marlin-Jefridin unggul 43,4 persen dan Amsakar-Li Claudia 40,5 peresen.

Amsakar menambahkan sejak keluarnya dukungan partai politik, saat ini pihaknya bersama Li Claudia Chandra tengah melakukan persiapan pendaftaran ke KPU Batam pada 27 Agustus mendatang. Selain itu, nanti juga ada deklarasi.

Mendengar Aspirasi Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Li Claudia Chandra mengatakan, ia rutin turun ke masyarakat untuk mendengarkan keluhan warga. Masalah yang sering ditemukan antara lain kesulitan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal.

“Itu akan jadi fokus utama kami. Kami butuh waktu untuk menyelesaikannya, tapi itu tanggung jawab kami,” tegas Claudia.

Claudia juga merasa bersyukur atas banyaknya dukungan yang diterima pasangan ASLI menuju kontestasi Pilwako mendatang. Ia juga mengatakan bahwa melawan kotak kosong tidak melanggar aturan.

“Mungkin dari DPP punya penilaian sendiri. Tidak ada aturan yang menyatakan bahwa mendapat dukungan mayoritas itu salah, atau melawan kotak kosong itu salah,” katanya.

Hingga saat ini, pasangan ASLI mengaku belum bertemu langsung dengan, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto usai mendapatkan banyak dukungan dari partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju. Namun, ia berharap Prabowo dapat hadir saat kampanye.

“Sampai sekarang belum. Mungkin saat kampanye pak Prabowo kemungkinan hadir. Beliau tengah sibuk. Saat ini, yang kami lakukan adalah selalu berkoordinasi dan turun ke masyarakat. Semua berjalan dengan baik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait