6 Warga Batam Meninggal Akibat DBD Sepanjang Januari-Mei 2024 

Flu Singapura Batam
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi. Foto: ANTARA

BATAM (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melaporkan enam warga Batam meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Januari – Mei 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, meningkatnya kasus DBD di Batam akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegypti.

“Bila melihat data jumlahnya angka DBD di Batam ini menurun signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata dia, kemarin.

HBRL

Baca Juga: Dinkes Catat 285 Kasus DBD di Kepri Sepanjang 2024, Batam Terbanyak

Ia mengatakan, kasus meninggal akibat DBD berasal dari beberapa kelurahan di Batam.

Rinciannya, pria usia 46 tahun asal Kelurahan Tiban Baru,TJ, 59, warga Sei Lekop, DP, 25, warga Baloi Permai Baloi, AE, 11 tahun warga Belakang Padang dan WR, 5, warga Sei Beduk meninggal di RSUD.

“Pesan masyarakat untuk menjaga kebersihan sekitar itu juga penting,” kata Didi.

Dia menjelaskan, pada Januari hingga 25 Juni 2024 ini terdapat 180 kasus DBD. Rinciannya, 29 kasus di bulan Januari, 30 kasus di bulan Februari, 37 kasus di bulan Maret, 12 kasus DBD di bulan April dan 29 kasus di bulan Mei 2024 dan 43 kasus di bulan Juni.

Sementara di periode yang sama di tahun 2023 lalu ada 189 kasus, lalu di tahun 2022 ada sebanyak 353 kasus DBD serta di tahun 2021 ada sebanyak 291 kasus DBD di Kota Batam.

“Jumlahnya berkurang dibanding tahun sebelumnya. Jika memang ada gejala langsung bawa ke puskesmas agar dapat pertolongan pertama,” kata dia.

Ia menjelaskan, dari 12 kecamatan yang ada di Kota Batam, hanya satu kecamatan saja yang dinyatakan berstatus bebas kasus demam berdarah dengue (DBD). Status tersebut karena selama 6 bulan ini tidak ada kasus DBD di kecamatan tersebut.

“Sejauh ini baru Bulang. Galang yang sebelumnya nol kasus saat ini sudah ada satu kasus DBD, ” kata dia.

Menurutnya, kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Batam Kota yakni dengan 31 kasus. Lalu disusul Kecamatan Bengkong dengan 27 kasus dan Sagulung yakni 26 kasus DBD

Selanjutnya Kecamatan Sekupang 21 kasus dan Kecamatan Batuaji dan Batu Ampar masing-masing 18 kasus DBD. “Total sampai hari ini kasus DBD di Batam ada 180 kasus,” tuturnya.

Dinas Kesehatan Batam telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi situasi ini, termasuk melakukan fogging (pengasapan) di daerah yang terkena dampak, membagikan abate kepada warga, serta mengintensifkan kampanye edukasi tentang pencegahan DBD.

“Kami juga menggandeng kader kesehatan dan komunitas untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait