Akses Pendidikan Anak Rempang Dijamin Meski Terdampak Relokasi

Proyek strategis nasional di Kepri
Jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Proses PPDB di Rempang yang terdampak relokasi akibat proyek pengembangan Rempang Eco City berjalan lancar. Meski orang tua harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, Dinas Pendidikan Batam memastikan semua anak mendapat kursi di sekolah.

Ratusan anak di Rempang, Batam, yang terdampak relokasi proyek pengembangan kawasan industri dan pariwisata itu, telah mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025.

Baca:

HBRL

Proses PPDB di wilayah Rempang-Galang dilakukan secara offline, berbeda dari PPDB di pulau utama atau mainland yang dilaksanakan online atau daring. Meski harus beradaptasi dengan lingkungan baru, PPDB di wilayah tersebut berjalan lancar.

“PPDB SD di Rempang-Galang sudah selesai. Kami sudah mengumpulkan data dan masih ada tempat, sehingga semua pendaftar bisa diterima,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu, Kamis (20/6/2024).

Dari total 328 pendaftar, 323 siswa diterima di SD di wilayah Galang. Beberapa pendaftar ditolak karena tidak melengkapi berkas.

Disdik Batam memastikan anak-anak Rempang yang tidak diterima di sekolah negeri tetap bisa bersekolah dengan membawa surat rekomendasi dari psikolog. Hal ini dilakukan untuk menghindari dampak negatif pada proses pembelajaran bagi siswa yang belum siap secara usia.

“Anak di bawah enam tahun sangat rentan dan mudah bosan. Surat rekomendasi ini untuk menilai kesiapan anak sebelum masuk sekolah,” jelas Tri.

Saat ini, terdapat 23 sekolah SD di Rempang-Galang dengan daya tampung yang bervariasi, rata-rata 300 siswa. Untuk sekolah yang tergusur akibat proyek relokasi, Disdik akan berkoordinasi dengan BP Batam untuk mencari solusi.

“Kami akan berkoordinasi dengan BP Batam untuk pembangunan sekolah baru setelah pembangunan hunian selanjutnya. Anggaran pembangunan sekolah kemungkinan di pos Kementerian PU,” ungkap Tri.

Meski proses relokasi membawa tantangan tersendiri bagi warga Rempang, Disdik Batam berkomitmen untuk memastikan hak pendidikan bagi semua anak. Dengan berbagai upaya, diharapkan anak-anak Rempang tetap mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas di tengah perubahan lingkungan mereka.

Sebagai gambaran, Pemerintah menargetkan pembangunan rumah bagi 961 keluarga yang terdampak Proyek Strategis Nasional Rempang Eco City rampung pada September 2024.

Pada awal Januari 2024, Kepala Badan Pengusahaan Batam Muhammad Rudi, mengatakan, warga Rempang yang direlokasi akan mendapat rumah tipe 45 dengan luas lahan 500 meter persegi. Dalam waktu 2,5 bulan ke depan, pemerintah akan menyelesaikan pembangunan empat rumah contoh.

”Tujuan pemerintah hanya satu, supaya perekonomian Rempang bisa lebih baik,” kata Rudi saat acara peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh relokasi di Tanjung Banun.

Tahap pertama pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City membutuhkan lahan 2.370 hektar. Lahan tersebut bakal dipakai untuk mendirikan kawasan industri dan menara ikon Rempang Eco City.

Lima kampung di Rempang yang akan terdampak adalah Pasir Panjang, Belongkeng, Pasir Merah, Sembulang Tanjung, dan Sembulang Hulu. Warga di lima kampung itu jumlahnya 961 keluarga. Pemerintah akan merelokasi mereka ke Kampung Tanjung Banun di atas lahan seluas 150 hektar.

Menurut dia, perumahan relokasi nantinya akan dilengkapi oleh rumah ibadah, sekolah, kantor pemerintah, dan fasilitas olahraga. Selain itu, pemerintah juga berjanji untuk membangun pelabuhan perikanan.

”Saya akan membuat contoh bahwa inilah pembangunan rumah untuk masyarakat yang paling sempurna, baik dari nilai rumah maupun fasilitas lainnya,” ujar Rudi yang juga menjabat Wali Kota Batam.

Ketua Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Rempang Eco City Sudirman Saad menambahkan, dibutuhkan biaya Rp 131 juta untuk membangun satu rumah relokasi. Pembangunan 961 rumah relokasi di Tanjung Banun ditargetkan rampung sebelum September 2024.

Selain lahan 150 hektar di Tanjung Banun, pemerintah juga menyiapkan lahan 500 hektar di Pulau Galang. Lokasi relokasi di Pulau Galang akan digunakan untuk pembangunan PSN Rempang tahap selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

 

Pos terkait