Sembilan Siswa SMA Sederajat di Kepri Tak Lulus

Libur sekolah Kepri 2023
Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung. Foto: gokepri/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Andi Agung menyebut sebanyak sembilan siswa SMA sederajat di sekolah negeri di Kepri tak lulus di tahun ajaran 2023/2024.

Menurutnya, sembilan peserta didik itu tidak lulus karena berbagai hal. Ia merinci, tujuh siswa yang tidak lulus karena tidak dapat dihubungi dan tidak ikut ujian. Kemudian satu siswa sakit, dan satu lagi meninggal dunia sebelum mengikuti ujian.

“Yang tak lulus 9 orang. SMA dan SMK di Karimun 5 orang, Natuna 1, di Batam ada 2, 1 lagi di Tanjungpinang,” katanya, Senin 6 Mei 2024.

HBRL

Baca Juga: Disdik Kepri Antisipasi Konvoi dan Coret Baju di Momen Kelulusan Siswa

Namun demikian Disdik Kepri masih memberikan kesempatan untuk siswa yang tidak lulus untuk melakukan ujian ulang.

“Tujuh orang dan sakit ini, masih ada kesempatan mengikuti paket C atau mengulang,” kata Andi Agung.

Sedangkan jumlah seluruh peserta didik yang mengikuti ujian mencapai 17.620 siswa SMA, 11.732 siswa SMK, SLB siswa 71. Total kelulusannya, mencapai 99,95 persen. Para siswa itu terbagi di 286 sekolah dengan rincian 158 SMA, 105 SMK, dan 23 SLB.

Sebelumnya, Disdik Kepri menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menjelang pengumuman kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Kepada Disdik Kepri Andi Agung menyebut, akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi konvoi siswa SMA sederajat yang merayakan kelulusan

“Kami sudah surati polisi,” kata Andi Senin 6 April 2024.

Andi mengatakan pengumuman itu akan berlangsung hari ini, Senin (6/5/2024) untuk siswa SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Iya sore ini kita pengumuman pukul 17.00 WIB secara online,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya menghimbau agar para peserta didik tidak melakukan konvoi dan coret-coret. Pihaknya pun telah menyampaikan hal tersebut dan menyurati kepolisian. Disdik Kepri telah memetakan sejumlah titik rawan seperti di Tanjungpinang, Karimun, dan Kota Batam.

“Kita sudah sampaikan ke satuan pendidikan tidak dibenarkan untuk konvoi. Polda Polres sudah kita hubungi dan surati,” ucapnya.

Selain itu ia juga mengimbau para siswa untuk tidak mencoret-coret bajunya. Menurutnya lebih baik baju tersebut disumbangkan kepada adik-adik kelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait