Batam (gokepri) – Pembangunan empat rumah contoh untuk warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City di Tanjung Banon telah rampung.
Bahkan, sejak 6 April 2024 lalu, kawasan tersebut sudah tersambung dengan aliran listrik.
Kabiro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan pihaknya juga telah menyediakan tandon air berkapasitas dua meter kubik untuk setiap rumah.
Baca Juga:
- REMPANG ECO-CITY: Rumah Contoh Segera Rampung, Target 100 Unit Selesai September
- Rempang Eco-City: 393 Keluarga Sepakat Pindah, 100 Hunian Baru Rampung September 2024
“Tandon ini dipasang untuk memenuhi kebutuhan air sementara di kawasan,” jelas Tuty, sapaan akrabnya, pada Jumat (19/4/2024).
Sementara itu, pengerjaan jalan masih berlangsung.
Kontraktor membutuhkan waktu untuk memadatkan kembali lapisan dasar jalan yang tergerus oleh cuaca ekstrem beberapa waktu lalu sebelum pengaspalan dapat dilakukan.
“Pengaspalan jalan masih dalam proses karena lapisan dasar belum terpenuhi. Pekerja khawatir jika dipaksakan akan mengurangi kualitas jalan,” tambah Tuty.
Hingga saat ini, Tuty menyampaikan tidak ada kendala yang signifikan dalam pengerjaan kawasan keempat rumah contoh tersebut.
Hal ini termasuk proses pematangan lahan dan penyiapan badan jalan.
“Koordinasi dan komunikasi dengan PUPR dan pihak terkait lainnya terus dilakukan. Harapan kami, pengerjaan ini dapat diselesaikan dengan maksimal sehingga bermanfaat bagi warga yang terdampak pembangunan,” pungkasnya.
Pembangunan rumah contoh ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam untuk merelokasi warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City. Diharapkan dengan rampungnya pembangunan rumah contoh ini, warga dapat segera menempati hunian baru yang lebih layak dan nyaman.









