Karimun (gokepri.com) – Warga Karimun heboh membicarakan adanya aksi keributan dalam Speedboat Satria Express 99 GT 34 di dermaga Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (STG) Tanjungbalai Karimun, Kamis, 11 April 2024 pada pukul 09.45 WIB.
Namun, warga mulai heboh setelah keributan itu diposting dalam tayangan video di media sosial pada Ahad, 14 April 2024.
Saat itu, sempat terjadi keributan dalam speedboat Satria Express 99 yang hendak mengangkut pemudik ke Selat Beliah terkait penumpang yang banyak berdiri. Sementara, kru speedboat terkesan tetap menaikan penumpang.
Penumpang dalam kapal yang tak melihat kondisi sebenarnya, sontak jadi marah dan menyalahkan agen ataupun kru kapal.
Bahkan, Robin selaku agen SB Satria turun ke kapal dan berusaha menenangkan penumpang.
Sayangnya, Robi malah menjadi sasaran aksi kemarahan penumpang yang awalnya sudah tersulut emosi.
Djohari, salah seorang penumpang kapal memberikan kesaksian kondisi dalam kapal saat berangkat.
“Maaf ni cuma meluruskan. Saye ade di dalam kapal, saat itu kondisi kapal depan memang udah penuh, tapi di belakang ade beberapa kursi yang masih kosong, bahkan saat kapal jalan meninggalkan pelabuhan masih ada beberapa kursi yang kosong,” ujar Djohari.
“Saat kejadian pon sabandar langsung turun mengamankan dan menertibkan, kite posting boleh tapi perlu tau kejadian yang sebenarnya hingga tidak menambah yg negatif,” sambungnya.
Warga atau netizen yang belum mengetahui kronologis kejadian malah menghujat agen pelayaran ataupun petugas syahbandar.
Kekesalan warga ada yang ditumpahkan di media sosial facebook dan juga pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp.

Kepala Pos Pelabuhan Sri Tanjung Gelam KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Achmad Zaliansyah mengatakan, keberangkata SB Satria Express 99 sudah sesuai dengan prosedural kebrangkatan.
“Kapal penumpang sesuai dengan sertifikat yang diizinkan memiliki kapasitas 100 tempat duduk orang dewasa, sementara yang berangkat saat itu cuma 58 orang,” ujar Achmad Zaliansyah.
Dikatakan, video yang viral itu hanya terkait pengaturan tempat duduk. Saat itu, agen lagi mengatur penumpang agar ke belakang karna di belakang masih kosong.
“Kapal tersebut memiliki tempat duduk untuk 3 penumpang. Sementara, di bagian belakang kapal masih banyak bangku kosong. Sehingga, agen perlu turun tangan untuk mengatur penumpang,” jelasnya.
Hanya saja, mungkin karena saat itu hari kedua lebaran dan masing-masing ingin cepat sampai ke rumah, maka penumpang lebih memilih duduk di bagian depan. Sehingga, memunculkan kesan kalau kapal sudah penuh.
“Meski begitu, sebagai petugas dan secara pribadi saya sudah menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang,” pungkas Achmad.
Penulis: Ilfitra








