Batam (gokepri) – Pengerjaan empat rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City di Tanjung Banon telah memasuki tahap penyelesaian.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan realisasi pengerjaan rumah contoh tersebut hampir mencapai 100 persen dan diperkirakan rampung dalam pekan ini.
“Prosesnya berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk pematangan lahan dan penyiapan badan jalan,” ujar Tuty, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga:
- Rempang Eco-City: 393 Keluarga Sepakat Pindah, 100 Hunian Baru Rampung September 2024
- INFOGRAFIS: Linimasa dan Jejak Pengembangan Rempang
Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat melalui BP Batam untuk segera menyelesaikan seluruh pembangunan rumah baru di Tanjung Banon. Dengan harapan, publik dapat melihat keseriusan pemerintah dalam menyiapkan hunian yang nyaman bagi warga Rempang.
“Targetnya, 100 rumah sudah berdiri di Tanjung Banon hingga September nanti. Pembangunan rumah berikutnya sudah masuk tahap lelang dan tinggal menunggu eksekusi pengerjaan karena anggarannya sudah tersedia,” kata Tuty.
Sesuai arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Tuty menekankan pihaknya selalu mengedepankan hak-hak masyarakat agar tidak terabaikan dalam proyek ini.
“BP Batam dan Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan melibatkan seluruh unsur dalam menyusun kebijakan terkait penanganan dampak sosial,” jelasnya.
BP Batam juga mengundang unsur akademisi, tokoh masyarakat Melayu, serta perwakilan warga terdampak dalam rapat-rapat tindak lanjut pengerjaan proyek.
“Setiap pembangunan pasti ada dampak sosial. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menangani dampak sosialnya secara humanis dengan mengedepankan hak-hak masyarakat agar tidak terabaikan,” tutup Tuty.
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News
(info)









