Batam (gokepri) – Kementerian Koordinator Perekonomian meminta BP Batam mempercepat pembangunan hunian baru bagi warga Rempang di Tanjung Banon agar bisa selesai akhir tahun ini. Pemerintah ingin memastikan warga mendapat hunian yang layak sekaligus meningkatkan taraf hidup warga melalui pelatihan.
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi Kemenko Bidang Perekonomian Elen Setiadi mengatakan pihaknya berharap proyek hunian cepat selesai, agar pergeseran warga yang terdampak bisa segera dilakukan.
“Saat ini, pemerintah terus menyelesaikan proses keseluruhannya. Sehingga proses pembangunan secara keseluruhan rumah untuk masyarakat yang sudah kami siapkan itu bisa segera kami lakukan,” katanya saat meninjau proyek tersebut, Senin (18/3/2024).
Baca Juga:
- BP Batam Gesa Pengerjaan 4 Rumah Contoh Rempang Eco City
- Rempang Eco-City, Pembebasan Lahan di Tanjung Banon Sudah 90 Persen
- Rumah Pengganti Warga Rempang Dijadwalkan Siap September 2024
Elen menegaskan proyek pembangunan 961 rumah harus segera rampung akhir tahun ini. Sebelum itu, empat rumah contoh harus segera selesai, agar warga setempat punya pedoman.
“Maka rumah contoh ini penting supaya masyarakat yang masih ragu atau belum berminat ini bisa melihat bahwa pemerintah serius untuk menyiapkan rumah ini bagi penduduk,” katanya lagi.
Tidak hanya menyediakan hunian, pemerintah juga akan menyiapkan pelatihan-pelatihan yang dapat membantu perekonomian warga kedepannya, mulai dari pelatihan hidroponik, peternakan dan sebagainya.
Sehingga kedepannya, Tanjung Banon tidak hanya menjadi tempat hunian masyarakat. Namun, dengan hunian dan lahan 500 meter tersebut, masyarakat bisa melakukan kegiatan yang produktif, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
“Jadi ini, betul-betul kami siapkan dengan serius. Mudah-mudahan masyarakat ini bisa segera menempati rumah rumah yang menjadi hak mereka,” ucapnya.
Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto memastikan pengembangan Rempang ini lancar kedepannya. Sehingga Rempang dapat menjadi kota baru. Kota yang membuka lapangan kerja yang banyak dan peluang-peluang bisnis lainnya.
Seperti yang diketahui, pembangunan rumah contoh warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City, sudah mencapai 90 persen.
Begitu juga dengan pembebasan lahan garapan warga di Tanjung Banon. Dari total keseluruhan sebanyak 46 persil lahan, saat ini 44 persil lahan telah diserahkan kepada pemerintah.
Tim Terpadu Kota Batam yang terdiri dari unsur Pemko Batam, BP Batam, TNI, Polri dan Kejaksaan telah melayangkan Surat Peringatan (SP) ke-3 kepada para penggarap lahan di Tanjung Banon sejak 15 Maret 2024 lalu.
Diatas 46 persil lahan itu, BP Batam akan membangun 961 hunian baru kepada masyarakat yang terdampak Proyek Rempang Eco-City. Hunian baru itu ditargetkan akan mulai dibangun pada bulan April tahun 2024 ini.
Tidak hanya BP Batam, Kementerian PUPR juga akan melakukan pematangan lahan dan pembangunan fasilitas sosial serta fasilitas umum di lokasi hunian baru masyarakat pada pertengahan Maret ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: BISNIS.COM









