Tanjungpinang (Gokepri.com) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina menyesalkan kasus bullying atau perundungan yang terjadi di Kota Batam beberapa waktu lalu. Pengawasan dari pihak sekolah diminta agar lebih ditingkatkan sehingga kasus ini tidak terjadi lagi.
“Apapun itu akhlak di atas segalanya ya. Ini yang perlu ditingkatkan di tiap sekolah,” kata Marlin, saat ditemui di Tanjungpinang, Kamis 7 Maret 2024.
Menurut dia, perundungan terjadi akibat pengaruh teknologi hal ini menyebabkan komunikasi antar sesama menjadi renggang.
Baca Juga: Bullying Menjadi Atensi Disdik Kepri
“Harus dicegah,” kata dia.
Ia mengungkapkan, bullying juga menjadi atensi yang tak kalah penting. Ia akan berkoordinasi dengn Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), agar tak terjadi lagi perundungan.
“Namun yang terpenting, bahwa komunikasi antara anak dan orang tua harus diperkuat, karena keluagara juga terlibat,” kata dia.
Sementara Waka III DRPD Kepri Tengku Afrizal Dahlan mengatakan, peristiwa bullying pasti terjadi di tiap sekolah. Tetapi, dengan proaktifnya pihak keluarga, guru dan masyarakat kasus perundungan bisa ditekan.
“Saya kira perlu pengawasan karena ini rawan,” kata dia.
Untuk informasi, kasus bullying pada kalangan remaja marak akhir-akhir ini. Belum selesai dengan kasus bully yang diterima dua remaja perempuan yang dilakukan oleh lima rekan mereka di Lubukbaja, beberapa waktu lalu, kasus serupa kembali mencuat di Sagulung.
Seorang siswa SMK Teladan jadi korban bully dari seorang siswa yang berasal dari sekolah lain. Perbuatan bully ini terjadi di ruangan kelas SMK Teladan dan terekam kamera CCTV sekolah, pada, Rabu (6/3/2024) pagi. Siswa pelaku bully mendatangi sekolah korban dan melakukan aksi penganiayaan.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV sekolah, pelaku bully yang mengenakan seragam sekolah dan tas ransel beberapa kali memukul, menendang dan menarik korban yang mengenakan jilbab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









