Batam (gokepri) – BP Batam terus mempercepat pembangunan hunian bagi warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City. Saat ini, progres pembangunan empat rumah contoh sudah mencapai hampir 70 persen.
“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan 961 unit rumah lainnya hingga akhir tahun 2024,” kata Sudirman Saad, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, yang juga Ketua Tim Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Rempang Eco-City, dalam rapat koordinasi dengan perwakilan masyarakat Tanjung Banon, Senin (26/2/2024).
Sudirman menegaskan, BP Batam terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan memastikan hak-hak mereka tidak terabaikan. Sosialisasi kepada warga terdampak juga terus dilakukan dengan mengedepankan musyawarah mufakat dan pendekatan humanis.
Baca Juga:
- Kepala BP Batam: Pengembangan Rempang Terus Berlanjut
- Progres Rumah Contoh untuk Warga Rempang Sudah 60 Persen
- BP Batam Ajak Insinyur Kolaborasi Kembangkan Batam dan Rempang Eco-City
“BP Batam telah menyiapkan konsep resettlement untuk masyarakat. Hal-hal terkait teknis akan didudukkan bersama untuk mempercepat proses pengembangan Kawasan Rempang,” ujarnya.
Tim Terpadu pun telah menyiapkan beberapa kebijakan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan untuk menghindari risiko hukum di masa depan. Perumusan kebijakan ini melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Batam, Kantor Pertanahan Batam, MUI, LAM, dan akademisi.
“Pembangunan 961 unit rumah lainnya ditargetkan rampung akhir tahun 2024. Kami harap dukungan dari semua pihak agar realisasi pembangunannya bisa selesai tepat waktu,” pungkas Sudirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









