TNI Angkatan Udara Pamerkan Pesawat Tempur di Batam

pesawat tempur di batam
TNI AU menampilkan pesawat tempur di Apron Bandara Hang Nadim, Kamis (29/2/2024). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menampilkan tiga Pesawat Hawk 109/209 dan satu jenis helikopter H225 M di Apron Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Kamis, 29 Februari 2024.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Hang Nadim, Letkol Penerbang Sony Aji Pramono mengatakan, Pesawat C-130 Hercules rencananya juga akan ikut bergabung dalam open base yang dilaksanakan hingga besok, Jumat, 1 Maret 2024.

“Open Base dan static show menampilkan tiga Pesawat Hawk dan satu pesawat helicopter caracal dan nanti rencana akan datang pesawat C130 hercules transport yang sekarang masih on road ke sini,” kata Letkol Pnb. Sony Aji Pramono.

HBRL

Baca Juga: 104 Prajurit TNI AU Lanud Hang Nadim Jalani Tes Urine Dadakan

Sony menyampaikan tujuan acara ini adalah meningkatkan minat kedirgantaraan warga Batam, khususnya kaum muda, sebagai calon penerus kedirgantaraan di Indonesia. Ia menyebut, pesawat tempur ini digunakan untuk mengamankan alur laut Indonesia, termasuk Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, dan besok pesawat-pesawat ini akan kembali ke base di Pontianak, Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa, yang dipimpin oleh Letkol Pnb Mohammad Syaifudin.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi TNI AU yang telah memberikan pengalaman mengesankan kepada warga Batam dengan menampilkan pesawat tempur.

Rudi berharap kehadiran pesawat ini dapat memotivasi anak-anak tertarik untuk menjadi penerbang atau pilot angkatan udara.

“Manalah suatu waktu nanti anak-anak ini menjadi penerbang. Penerbang dari mana, dari Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau,” kata Rudi.

Rudi berharap Kota Batam menjadi contoh, terutama dengan pembangunan bandara yang akan selesai dan bisa menjadi basis pengamanan udara RI di Kota Batam.

Letkol Pnb Mohammad Syaifudin menjelaskan Pesawat Hawk 100/200 adalah spesialis dalam misi “air to ground attack” namun memiliki kemampuan pertahanan udara.

Pesawat ini menjadi transisi bagi pilot baru ke pesawat tempur tingkat lebih tinggi. Dibuat di Inggris dan datang tahun 1999 di Pontianak, pesawat ini memiliki kecepatan maksimal 1,2 Mach atau setara 1.470 km/jam.

“Pesawat ini juga menjadi transisi dari pilot2 baru ke pesawat tempur yang lebih tinggi lagi tingkatannya, seperti untuk ke Sukhoi, F16 atau pesawat yang baru seperti Rafale,” kata Syaifudin.

Persenjataan yang ada termasuk meriam ADEN 30mm, rudal AIM-9 Sidewinder, rudal AGM-65 Maverick, bom Mk82, dan roket SNEB. Dalam operasi, pesawat ini melibatkan peluru canon ADEN 30mm, standar untuk operasi dan pertahanan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait