Upaya Pengembangan Pelabuhan Batuampar Jadi Internasional Transhipment Port

korupsi pelabuhan batam
Ship to Shore (STS) crane saat bongkar kontainer di Pelabuhan Batuampar. GOKEPRI/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Letak geografis Pelabuhan Batuampar Kota Batam yang strategis di Selat Malaka, memberikan kesempatan untuk memperoleh manfaat dari salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia.

Pelabuhan Batuampar ini memiliki posisi tepat di sebelah selatan Singapura dan menjadikannya sebagai pelabuhan utama yang memainkan peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di daerah.

Dalam catatan BPS di tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,84 persen lebih tinggi dibandingkan nasional 5,31 persen dan Kepulauan Riau 5,09 persen.

HBRL

Baca Juga: Alat Derek dari Korsel Percepat Bongkar Muat di Pelabuhan Batuampar

Perekonomian Batam berdasarkan PDRB atas harga berlaku hingga Rp194,84 triliun dengan distribusi terbesar dari PDRB menurut lapangan usaha didominasi industri pengolahan sebesar 58,05 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen net ekspor mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,85 persen.

Di tahun 2023, Batam juga menyumbang 76 persen pencapaian dari total ekspor di Kepulauan Riau dan Pelabuhan Batuampar menjadi pelabuhan dengan pencapaian tertinggi ekspor sebesar USD 8,7 miliar dan impor USD 8,6 miliar.

Dalam catatan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, volume bongkar muat pada tahun 2023 di pelabuhan barang mengalami kenaikan hingga 8 persen atau mencapai 624.061 TEUs (Twenty-foot Equivalent Unit, Satuan Setara 20 kaki).

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar menyampaikan, dari pencapaian itu, rasio bongkar muat kontainer paling tinggi dilakukan di Pelabuhan Batu Ampar sebesar 84 persen dengan volume bongkar muat mencapai 522.855 TEUs.

Dendi mengatakan, bahwa dengan potensi yang dimiliki Pelabuhan Batuampar, BP Batam tengah berupaya mengembangkan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar menjadi internasional transhipment port.

Transhipment merupakan pengangkutan kargo dan kontainer yang dipindahkan dari satu kapal ke kapal lain saat transit ke tujuan akhir. Transhipment terjadi ketika tidak ada koneksi langsung antara dua pelabuhan.

Saat ini diketahui, potensi internasional transhipment port masih didominasi oleh pelabuhan di Singapura 32,3 juta TEUs, Busan 12,2 juta TEUs, Tanjung Pelepas 10,6 juta TEUs, dan Port Klang 8,4 juta TEUs. Tiga di antara pelabuhan transhipment dunia tersebut sama-sama berada di jalur tersibuk di dunia, Selat Malaka yang dilintasi 90.000 kapal per-tahunnya.

Dendi menyebutkan setidaknya ada tiga tahapan dalam upaya mengembangkan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar menjadi transhipment port atau penghubung pelabuhan dunia dengan memanfaatkan lintasan jalur perdagangan dunia di Selat Malaka dengan nilai investasi sebesar Rp3,8 triliun hingga tahun 2025.

Dalam tahap pertama yang telah dimulai sejak November 2023 hingga Juni 2025, ditandai dengan dioperasikannya Pelabuhan Batuampar oleh PT Persero Batam. Dalam tahap ini, Persero Batam akan menjadikan Pelabuhan Batuampar fokus sebagai feeder ke Singapura dan Domestic Transhipment atau pelabuhan bongkar muat skala domestik.

“Dimulai dengan modernisasi pelabuhannya, baik dari infrastruktur dibangun suprastrukturnya, sistemnya, kerjasamanya, pengelolaannya, agar tercapai transhipment ini nantinya,” kata Dendi di Kantor BUP BP Batam, Senin, 22 Januari 2024.

Pasca pengoperasian oleh Persero Batam, waktu tambat kapal hanya 27 hingga 30 jam, lebih cepat dari sebelumnya yang mencapai waktu tambat kapal hingga 60 jam. Saat ini, pelabuhan hanya mampu melakukan bongkar muat kapal dengan kapasitas 1.000 TEUs. Produktivitas bongkar muat juga meningkat dengan menggunakan STS Crane dan HMC sebanyak 40 – 50 box per jam.

Penerapan sistem digital Batam Terminal Operating System (B-TOS) oleh Persero Batam juga telah meningkatkan efektivitas layanan di Pelabuhan Batuampar.

General Manajer Persero Batam, Basori Alwi mengatakan dengan hadirnya layanan digital ini, seluruh kegiatan pelayanan operasional Persero Batam di Pelabuhan Batu Ampar dapat tercatat dan termonitor melalui sistem yang terintegrasi.

“Sistem ini sama dengan yang digunakan oleh pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia. Jadi, sistem operasional digitalisasi yang kita terapkan di Batam (Pelabuhan Batuampar) alhamdulillah sudah running well ya, berjalan dengan baik dan sudah diterima oleh pengguna jasa,” kata Basori.

Selanjutnya pada tahap kedua, direncanakan mulai Juli 2025 hinga 2027, Pelabuhan Batuampar akan berfokus menjadi direct call. Pelabuhan mulai melakukan kegiatan bongkar muat kapal dengan kapasitas kontainer 2500 TEUs dan rute langsung ke beberapa destinasi internasional.

Untuk menopang bongkar muat kapal dengan kapasitas 2500 TEUs tersebut, Pelabuhan Batuampar akan mendatangkan empat unit container craine yang diproduksi perusahaan asal China, ZPMC (Shanghai Zhenhua Heavy Industries Company).

“Kami membeli empat unit lagi (container crane), ini sudah dibeli, sekarang lagi dibuat tinggal kita tunggu datangnya ini dari China, ZPMC” kata dendi.

Selain itu, dalam tahap ini Pelabuhan Batuampar juga akan dilakukan perluasan lapangan penumpukan seluas 9 hektare. Saat ini luas lapangan penumpukan hanya seluas 3,8 hektare sehingga perluasan lapangan akan menjadi 12 hektare lebih dan kedalaman alur kolam hingga -12 meter.

Kemudian tahap ketiga pada Juli 2028, Pelabuhan Batuampar akan dikembangkan sebagai international transhipment port “Kapasitas yang akan dibangun sampai tahun 2028 adalah 1,6 juta sampai 2 juta TEUs,” kata Dendi saat ditanya soal target kontainer yang akan dibongkar muat di Pelabuhan Batuampar.

Untuk menopang hal tersebut, dalam tahap ini akan dilakukan perluasan penumpukan kontainer seluas 20 hektare hingga total luasnya menjadi 32 hektare dan dermaga juga akan diperpanjang menjadi 1.650 meter.

Pada tahap ini pula akan dilakukan pendalaman alur kolam hingga -16 meter dan BP Batam akan menambah 6 unit container crane sehingga totalnya menjadi 11 unit. Untuk mencapai target itu 2 juta TEUs kontainer, diharapkan Pelabuhan Batuampar mampu menyandarkan kapal dengan kapasitas hingga 10.000 TEUs.

Melalui upaya yang sedang dilakukan BP Batam tersebut, diharapkan Pelabuhan Batuampar dapat menjadi pelabuhan penghubung perdagangan di dunia dan berkontribusi untuk pertumbuhan investasi di dalam negeri.

Pengembangan Pelabuhan Batuampar ini akan menjadi landasan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Batam dan meningkatkan peran Indonesia dalam peta perdagangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait