Miskin Fasilitas Apartemen Pollux

Apartemen pollux
Kondisi apartemen Pollux Meisterstadt Batam. Foto: gokepri/Engesti Fedro

Sebagian besar konsumen Pollux Meisterstadt Batam kecewa dengan apartemennya. Fasilitas dan sarana tak sesuai janji awal. Aspek keselamatan apartemen abai. Kondisi gedung pun sekarang jauh dari suasana apartemen mewah.

Penulis: Engesti Fedro

Batam (gokepri) – Sidak Komisi III DPRD Batam bersama konsumen apartemen Pollux Meisterstadt Batam menemukan banyak masalah dari gedung 50 lantai itu. Sidak berlangsung dua hari setelah rapat dengar pendapat Rabu 10 Januari 2024. Mereka yang bergabung sidak adalah konsumen yang mengaku resah dan kecewa akan kondisi apartemen empat tower yang berlokasi di pusat kota Batam Center itu.

HBRL

Apartemen yang sempat meminjam nama BJ Habibie ini disorot karena konsumen mengadukan banyaknya permasalahan dari apartemen tersebut yang tak kunjung diatasi. Ketika sidak kemarin, manajemen abai dengan aspek keselamatan gedung salah satunya belum aman dari kebakaran. Peralatan aspek keselamatan gedung belum lengkap.

“Kami menemukan alat pemadam (hydrant) untuk gedung tidak ada isinya. Belum lagi alat pemadam seperti APAR tidak ada nozel-nya,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono, Jumat 12 Januari 2024.

Baca Juga:

Apartemen pollux
Sidak Komisi III DPRD Batam mengecek sarana keselamatan gedung di apartemen Pollux Meisterstadt Batam, Jumat 12 Januari 2024. Foto: istimewa

Kondisi gedung apartemen itu pun mulai tak terawat. Beberapa dinding keropos. Plafon ada yang roboh dan berlumut. Djoko mengatakan apartemen mewah itu punya banyak masalah dari aspek fasilitas dan manajemen. “Saya menilai belum layak ditinggali,” kata Djoko.

Komisi III DPRD Batam segera melayangkan surat permohonan kepada badan usaha yang mengeluarkan sertifikat mengenai aspek keselamatan apartemen Polllux. Ia mempertanyakan alasan kenapa sertifikat itu bisa terbit padahal kenyatan di lapangan jauh dari kelayakan. DPRD Batam akan meminta sertifikat layak fungsi atau SLF Pollux dicabut jika fasilitas dan sarana aspek keselamatan gedung tidak diperbaiki oleh manajamen. “Seharusnya SLF belum bisa terbit kalau kondisi seperti ini,” sebut Djoko.

Nika Astaga, salah satu konsumen yang resah dan kecewa. Ia membeli unit apartemen tapi fasilitas yang dijanjikan manajemen tak kunjung dilengkapi sejak 2020. Sudah begitu, ia harus membayar uang pemeliharaan apartemen yang terus diminta oleh manajemen. Uang peratawan yang dimaksud Nika adalah Iuran Pengelolaan atau biasa disebut IPL. “Sejak 2020 sampai sekarang fasilitas itu tidak ada,” kata Nika.

Apartemen pollux

Ia pun kecewa banyak aspek keamanan dan keselamatan gedung yang diabaikan manajamen apartemen. Antara lain hidran, genset dan anti-petir hingga fasilitas pendukung lainnya. Bahkan pernah ada kejadian penghuni yang merupakan warga negara asing terjebak di dalam lift karena listrik mati. Sementara tagihan perawatan terus berjalan. “Tagihan makin bengkak bahkan ada yang sampai Rp14 juta,” kata dia.

Konsumen Pollux Meisterstadt Batam sudah tiga kali mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPRD Batam. Namun sampai sekarang, belum ada tindak lanjut dari manajemen apartemen tersebut.

Dari RDP terakhir, juga terungkap banyak masalah di apartemen Pollux. Pembeli unit apartemen lainnya, Nengsih, mengungkap lift apartemen tak dilengkapi emergency call, minim CCTv di lorong apartemen sampai tak adanya pengggunaan kartu akses sehingga orang yang bukan penghuni bisa naik ke apartemen. “Juga tak ada kolam renang seperti yang dijanjikan saat masih dipasarkan,” ungkap Nengsih dengan nada kesal saat RPD Rabu 10 Januari 2024.

Apartemen pollux

 

 

 

 

 

 

Pergantian Manajemen

Baskoro, mantan Deputi General Manager Pollux Meisterstadt Batam, menyebut ada pergantian manajemen di apartemen tersebut. “Semua orang baru,” ujar Baskoro saat dihubungi, Rabu 10 Januari 2024. “Manajamennya sekarang di bawah Pak Aris.”

Aris, yang dihubungi pada Rabu 10 Januari 2024 tidak menjawab pesan yang dikirim tentang tidak adanya manajamen Pollux saat RDP. Sementara pengacara Pollux Meistersadt Batam Fera Panjaitan mengatakan manajamen tidak hadir karena ada agenda lain. “Mohon maaf kami belum dapat hadir karena ada satu hal yang sedang dilakukan oleh pihak manajemen,” tulisnya melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Rabu 10 Januari 2024. Disinggung soal manajemen Pollux Meistersadt sudah bubar pihaknya menepis hal itu. “Tidak benar,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait