Warga Karimun Soroti Ponton Pelabuhan KPK Tak Beratap dan Lampu

Ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau Pelabuhan KPK tanpa atap dan lampu. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau Pelabuhan KPK yang baru saja dibangun ulang namun tanpa pakai atap dan penerangan lampu mendapat sorotan masyarakat.

Berbagai asumsi masyarakat muncul setelah ponton yang diresmikan pada November 2023 untuk mulai dioperasikan.

“Apakah itu keramba atau ponton?” ujar Sunar, warga Karimun ketika pertama kali melihat ponton itu dari atas Hotel Tanjung Gelam.

HBRL

Sementara, Nanda warga Karimun lainnya mempertanyakan soal penerangan lampu yang tak dimiliki ponton Pelabuhan KPK.

“Pertanyannye, jikalah malam ada emergency sedare di pulau nak ke ponton itu, apa tak begelap? ujar Nanda mempertanyakan kondisi ponton tanpa dilengkapi penerangan itu.

Ponton Pelabuhan Belakangpadang (istimewa untuk Gokepri.com)

Nanda kemudian membandingkan antara ponton Pelabuhan KPK dengan ponton Pelabuhan Belakangpadang.

Meski sam-sama tak memakai atap, hanya saja ponton Pelabuhan Belakangpadang menggunakan koridor dan ada lampunya.

“Pelabuhan Belakangpadang ponton nya seperti ini juga, tapi ada lampu solar atau tenaga surya, jadi malam masih ada pencahayaan,” ungkapnya.

Nanda menyebut bukannya menolak atau tidak setuju dengan konsep desain ponton Pelabuhan KPK yang baru itu.

“Saya bukannya menolak atau tak setuju, tapi lebih mengoreksi demi kebaikan masyarakat Karimun,” katanya.

Ponton Pelabuhan Belakangpadang pada malam hari ini menggunakan lampu. (Istimewa untuk Gokepri.com)

Dia kemudian mengilustrasikan ketika ada orang sakit dari pulau, tengah malam buta pakai boat pancung sampai di pelabuhan ternyata tak berlampu.

Diberitakan, dermaga ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau Pelabuhan KPK direhabilitasi.

Rehabilitasi tersebut merupakan proyek Dinas Perhubungan Karimun. Pengerjaannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 sebesar Rp9,6 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Afrian menyebut ponton pelabuhan tanpa atap itu sama dengan ponton pelabuhan yang ada di luar negeri.

“Jika kita lihat ponton pelabuhan di luar negeri, memang seperti itulah adanya, tanpa atap,” ujar Afrian di Pelabuhan KPK.

Dikatakan, rehabilitasi dermaga ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam tersebut dilaksanakan PT Alindo Cahya Tama dengan masa pengerjaan selama 180 hari kalender.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait