Karimun (gokepri.com) – Sepuluh tahun ini, Muhammad Sani (73) warga Baran Satu, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Karimun hilang kontak dengan keluarganya di Karimun.
Informasi terakhir, Sani pergi merantau ke Jakarta pada 2013 silam. Namun, setahun berada di sana, dia tiba-tiba saja menghilang.
Bisa dibayangkan bagaimana kegundahan yang dialami keluarganya di Karimun. Tak ada kabar, tak ada berita. Di mana tubuh renta itu berada.
Namun, Allah SWT ternyata memiliki rencananya sendiri. Keluarga yang sepuluh tahun ini sudah putus asa, tiba-tiba mendapat kabar gembira.
Sani yang selama ini sudah dinyatakan hilang, tiba-tiba pulang.
Kisah perjalanan hidup Muhammad Sani sejak merantau ke Jakarta hingga dinyatakan hilang dan kembali lagi ke Karimun dinukilkan Lurah Baran Barat, Widia Agustina.
Widia menyebut, awalnya Sani bekerja di negeri jiran Malaysia. Selama ini, rutinitasnya adalah bolak-balik Karimun-Malaysia.
Jenuh dengan rutinitasnya itu, Sani pamit ke adiknya merantau ke Jakarta pada 2013 silam.
Selama setahun berada di Jakarta, Sani masih bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Karimun.
Namun, setahun setelah itu dia benar-benar hilang kontak.
Terputusnya komunikasi karena sistem saat itu menggunakan kartu seluler yang harus menggunakan NIK.
Karena Sani tak bisa memperpanjang masa berlaku kartu selulernya, maka kartu ponselnya pun diblokir. Otomatis keluarga di Karimun tak bisa lagi menghubunginya.
Singkat cerita, selama 10 tahun ini keluarga Muhammad Sani di Karimun benar-benar tak mengetahui lagi di mana dia berada.
Kabar yang beredar, selama 10 tahun ini Sani hidup terlunta-lunta di Bekasi, hingga Agustus 2023 ada warga yang mengantarkannya ke Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial di Sentra Terpadu Pangudi Luhur.
Saat berada di tempat penitipan itulah, diketahui kalau Muhammad Sani merupakan warga Karimun.
“Mendapat kabar itu, Bhabinkamtibmas kami berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Jati Bening terkait kepulangan Pak Sani,” ujar Widia Agustina, Kamis, 7 September 2023.
Kata Widia, kepulangan Muhammad Sani ke Karimun difasilitasi oleh Kementerian Sosial.
“Saya selaku lurah melaporkan kejadian itu ke Pak Sekda dan saya bersama Bhabinkamtibmas serta Bhabinsa terus berkoordinasi dengan pihak Jati Bening,” ujar Widia.
Dikatakan, setelah sekian lama berkoordinasi, seminggu yang lalu pihaknya kemudian mendapat kabar dari Jati Bening kalau Muhammad Sani dipulangkan ke Karimun.
“Tadi kami bersama perwakilan dari Kemensos menjemput Pak Sani ke Bandara Hang Nadim, Batam. Alhamdulillah, sekarang Pak Sani sudah berjumpa dengan adiknya,” beber Widia.
Widia menyebut, Sani pulang ke Karimun dalam keadaan sehat.
“Memang, karena faktor usia dan terlantar di jalanan sebelum dititipkan di Pangudi Luhur, Pak Sani mengalami sakit. Namun, setelah sakitnya dipulihkan baru dipulangkan ke Karimun,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









